Monday, August 12, 2013

Lion Air Siap Beli 50 Pesawat N219 Buatan PT DI

"Kami ingin bekerjasama dengan PT DI," ujar Rusdi Kirana.

Rusdi Kirana, CEO Lion Air (berkumis), saat penandatanganan kesepakatan pembelian 234 pesawat terbang dari pabrik Airbus, bersama CEO Airbus disaksikan oleh Presiden Perancis,
Francois Hollande. Ini juga rekor pembelian terbesar setelah sebelumnya Rusdi mencatatkan
rekor pembelian terbesar dari pesaing utama Airbus, yaskni Boeing sebanyak 230 buah pesawat
produksi boeing. Transansaksi ini juga menyelamatkan Airbus dari PHK 5.000 karyawan akibat krisis ekonomi melanda daratan Eropa. Dengan pembelian spektakuler ini, Airbus terselamatkan dengan jaminan pekerjaan untuk 5.000 karyawannya selama 10 tahun. 

Presiden Direktur PT Lion Mentari Airlines (Lion Air), Rusdi Kirana, Senin 12 Agustus 2013, menyatakan bahwa perusahaannya berencana beli 50 unit pesawat perintis N219. Pesawat itu buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Hari ini, dengan menggunakan Mobil Rolls Royce, Rusdi merupakan satu-satunya di petinggi perusahaan swasta yang datang bersilaturahmi setelah perayaan Lebaran ke kantor kementerian BUMN, Jakarta. Rusdi mengatakan tujuan kedatangannya ini adalah menyampaikan langsung kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan mengenai rencana pembelian N219 itu secepatnya.

"Kami ingin bekerjasama dengan PT DI," ujar Rusdi.

Dahlan Iskan pun menjelaskan Rusdi berniat menggunakan N219 untuk armada Lion Air karena ingin mendukung pengembangan pesawat buatan anak bangsa itu.

"Beliau ini kan beli pesawat banyak dari luar negeri, jadi ingin ikut kembangkan PT DI dengan membeli pesawat PT DI di yang betul-betul menjadi kebanggan," kata Dahlan usai acara silaturahmi.

Dahlan menjelaskan, saat ini model yang menjadi contoh atau prototipe N219 sedang dikembangkan. Ditargetkan selama 2 tahun pesawat ini sudah diproduksi.

"Perundingannya masih panjang tidak seperti beli kerupuk," kata Dahlan.

Indonesia Timur

Jika niatan ini terealisasi, Dahlan melanjutkan, Lion Air akan menjadi pelopor maskapai penerbangan swasta yang mengembangkan produk Indonesia. Dahlan berharap hal ini diikuti oleh maskapaipenerbangan lainnya.

Pesawat perintis ini, Dahlan menambahkan, akan digunakan oleh Lion Air untuk melayanipenerbangan rute kawasan Indonesia Timur. Selama ini, penerbangan jalur tersebut didominasi oleh maskapai plat merah Merpati Airlines.

"Tidak untuk menggantikan, cuma berapa rute, ini kan besar, bukan kecil. Merpati sekarang kan sedikit sekali," kata Dahlan.

menurut Dahlan, Rusdi pun menjanjikan akan menpromosikan pesawat PT DI di pasar Internasional. "Dia akan bantu pasarkan di luar," kata Dahlan. (ren)
© VIVA.co.id




1 comment:

sugianto harisantoso said...

Pemerintah hrs sdh berfikir jangka panjang utk pengembangan pesawat terbang NKRI, seperti Aero Space Park dijadikan satu dg pembuatan pesawat terbang dan bisa dicontoh Singapura/Malaysia kita tdk boleh malu ini adalah bersaing utk memberikan lapangan pekerjaan anak2 bangsa serta akan memberikan kesejahteraan seluruh warga NKRI. Salam NKRI....................