Wednesday, May 22, 2013

Indonesia Siap Luncurkan Roket Pengorbit Satelit Buatan Anak Negeri


Satelit adalah hal yang sangat esensial untuk pertahanan dan keamanan negara. Dengan satelit dan teknologi GPS memungkinkan  TNI mengembangkan pesawat tanpa awak untuk pengintaian yang dikendalikan dengan menggunakan satelit.

Beberapa minggu lalu Angkatan Laut AS telah berhasil melakukan uji coba lepas landas sebuah pesawat tempur tanpa awak X-47B dengan menggunakan GPS. Kita tahu, GPS adalah sistem kendali dan penentuan lokasi yang bekerja berdasarkan penggunaan fungsi satelit. 

Meski baru awal, Indonesia dalam hal ini LAPAN telah berhasil membuat satelitnya sendiri dengan belajar dari Jerman. Jerman adalah negara paling TOP dalam hal penguasaan teknologi, karena AS pun dulu belajar dari Jerman. Jika Indonesia belajar dari Jerman, maka itu sangat tepat, mutlak, dan benar. 

Satelit A2 adalah murni buatan Indonesia sendiri, setelah sebelumnya A1 dibuat juga oleh Indonesia di jerman sana. Ke depan, LAPAN diharapkan akan mampu membuat satelit sendiri yang lebih besar kapasitas dan kemampuannya (zaman sekarang satelit kecil saja secara fisik bisa memiliki kemampuan yang lebih canggih ketimbang satelit zaman dahulu yang sebesar bus gandeng) dan dalam waktu dekat, diluncurkan sendiri dengan menggunakan roket buatan sendiri.

Tim survei dari Lapan yang dipimpin Prof Dr Ing Soewarto Hardhienata sedang mengembangkan RPS yang didesain dan dibuat secara mandiri untuk mengorbitkan satelit buatan sendiri.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan meluncurkan roket pengorbit satelit (RPS)di Kabupaten Morotai, Maluku Utara pada November 2013, karena daerah itu dinilai sangat strategis untuk peluncuran roket satelit itu. 

Rencana peluncuran tersebut akan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Lapan, sedangkan untuk persiapan-persiapan akan selesai bulan Oktober, mulai dari bangunan untuk operator, VIP, dan beberapa tenda untuk para tim yang akan datang.

Tim survei dari Lapan yang dipimpin Prof Dr Ing Soewarto Hardhienata sedang mengembangkan RPS yang didesain dan dibuat secara mandiri untuk mengorbitkan satelit buatan sendiri.

Kepala Bappeda Pulau Morotai, Syamsuddin, di Ternate, Sabtu, mengatakan tim dari Lapan telah melakukan survei lokasi di Pulau Morotai yang akan menjadi titik peluncuran satelit tersebut. 

"Peluncuran roket dari Lapan sudah dipastikan pada bulan November 2013 di wilayah Sangowo Morotai Timur Kabupaten Pulau Morotai," katanya.

Kedatangan tim Lapan bersama Bappenas adalah sebagai mitra kerja untuk meninjau lokasi kepastian peluncuran roket oleh Lapan, sehingga dari Lapan sendiri berharap ada dukungan dari Pemda Morotai untuk kegiatan tersebut. 

"Dari Lapan meminta ada dukungan dari Pemda dan Pemda sendiri merespons kegiatan peluncuran roket dari Lapan akan dilaksanakan pada bulan November mendatang," Ujarnya. 

Sejak 2008, secara bertahap upaya untuk mewujudkan RPS telah dilakukan. Hingga kini Lapan telah berhasil meluncurkan RX-320 pada (19/05/2008) dan RX-420 pada (2/7/2009) di stasiun Uji Terbang Pameungpeuk, Jabar.

Lapan juga melakukan uji statis RX-550 pada tahun 2011 dan 2012. Uji statik merupakan pengujian di darat untuk mengetahui kinerja dan daya dorong roket saat akan tinggal landas. (IT/sa

Dapat uang melalui internet

2 comments:

Anonymous said...

untuk keperluan militer teknologi gps itu sendiri sangat berbahaya, sebab satelit gps itu sendiri dikendalikan oleh amerika, jk terjadi perang melawan negara sekutu usa, tingal jumming sistem gpsnya, berantakan dah itu data/sasaranya..

Anonymous said...

Tidak juga, GPS bukan monopoli AS. Pengendali GPS bisa siapa saja, Rusia,China, India, Jerman, Indonesia, asalkan punya satelit sendiri, sistem kontrol sendiri, dll.Rusia juga bisa mengacaukan sistem sinyal satelit AS, atau sebaliknya. GPS itu mirip grlombang radio, anda Bisa beroperasi pd band teryentu.