Showing posts with label cn 235. Show all posts
Showing posts with label cn 235. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

Indonesia Mempromosikan Pesawat Transport di Kawasan ASEAN untuk Meningkatkan Kerjasama Internasional

Pesawat CN 295 Buatan PT DI milik TNI AD


CN 295 UNJUK KEMAMPUAN DI NEGARA – NEGARA ASEAN

Pada hari Kamis 30 Mei 2013, pesawat transport Militer CN295 mendarat di Bandara Sultan Abdul Aziz Kuala Lumpur, Malaysia, persinggahan terakhir dari rangkaian tour ke enam negara-negara ASEAN. Kementerian Pertahanan Indonesia memperkenalkan pesawat ini ke Philipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Malaysia sejak tanggal 22 sampai 31 Mei dalam rangka promosi mengenai kemampuan dan efisiensi pesawat transportasi hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Airbus Military. Pesawat CN295 adalah sebuah pesawat serba guna berukuran sedang untuk kepentingan sipil maupun militer.
Kunjungan ini juga merupakan kesempatan untuk menjelaskan kelebihan dari pesawat CN235 dan NC212i, yaitu hasil pengembangan dari varian C212 yang telah diluncurkan pada bulan November 2012 antara PTDI dan Airbus Military dengan menggunakan sistem avionic dan autopilot yang baru, kapasitas penumpang bertambah dan biaya operasi yang lebih efisien.
Pada kunjungan ke Kementerian Pertahanan Malaysia, Jum’at 31 Mei 2013, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang juga sebagai Ketua Delegasi, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien mengatakan bahwa “Kami mempromosikan penggunaan sistem pertahanan yang serupa di antara sesama negara ASEAN dan CN295 merupakan pesawat yang layak dan tepat untuk kepentingan pertahanan tersebut. Kami yakin dengan penggunaan jenis pesawat yang sama di wilayah ASEAN akan memperkuat kerjasama diantara kita, pada waktu yang sama mengurangi biaya operasional dan perawatan pesawat secara signifikan. Dalam segmen pesawat kecil dan menengah, pesawat CN295, CN235 dan NC212i adalah solusi yang tepat untuk menjalankan misi di kawasan regional”.
Angkatan Udara Republik Indonesia saat ini telah mengoperasikan dua unit CN295 dari sembilan unit yang dipesan dari PTDI. Dan pada tahun 2014, seluruhnya sudah dapat dioperasikan di wilayah Indonesia oleh TNI AU, dengan penyerahan pesawat tersebut ke Kementerian Pertahanan RI yang berlangsung di delivery center dan final assemblyPTDI yang merupakan hasil nyata dari Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) antara PTDI dan Airbus Military yang ditandatangani pada tahun 2011 lalu. Secara total lebih dari 120 unit C295 telah dipesan seluruh dunia dan hampir 100 unit pesawat telah dioperasikan di berbagai negara seperti Alzajair, Brazil, Chilie, Colombia, Republik Ceko, Mesir, Finlandia, Ghana, Yordania, Kazakhstan, Mexico, Polandia, Portugal dan Spanyol.
Sementara itu, CN235 dan NC212 masing-masing telah terjual lebih dari 270 unit dan 470 unit, serta telah beroperasi dengan sukses di lebih 50 negara. Para operator CN295, CN235, NC212 sangat puas dengan keandalan, kapabilitas  dan ketangguhan dari pesawat-pesawat tersebut, yang sangat mudah dioperasikan di dalam situasi yang bergejolak dan medan yang sulit. Dan hasilnya pesawat tersebut saat ini menduduki posisi terdepan dikelasnya.
Tentang C295
C295 adalah pesawat generasi baru yang ideal untuk misi-misi pertahanan dan sipil, seperti misi kemanusiaan, patroli maritim, misi pengawasan lingkungan, dan yang lainnya. Berkat ketangguhan dan keandalan, dan dengan sistem operasi yang mudah digunakan, pesawat taktis ukuran sedang ini memiliki banyak kelebihan dan fleksibel, yang diperlukan untuk angkut personil, pasukan, cargo,evakuasi korban, serta mempunyai kemampuan menurunkan logistik dari udara. Pesawat ini juga  perpaduan teknologi sipil dan militer yang mendukung suksesnya misi-misi taktis, berkemampuan untuk menambah peralatan-peralatan yang lebih maju di masa depan serta mempunyai kemampuan menyesuaikan diri di wilayah udara sipil.
Pesawat ini juga mampu  lepas landas dan mendarat dilandasan pendek atau Short Take Off and Landing (STOL) dan landasan yang tidak dipersiapkan (CBR 3), dapat terbang rendah dalam misi taktis, membawa beban sampai 9 ton dengan kecepatan jelajah normal 260 knots (480 km/jam).  Cabin C295 pressurized (bertekanan udara), dapat terbang dalam ketinggian 25.000 kaki, dan dapat beroperasi dalam wilayah yang sangat panas. Pesawat ini juga dilengkapi dengan perangkat pendaratan yang dapat dilipat (retractable).Ditenagai 2 mesin turboprop Pratt & Whitney PW 27 G Kanada.
CN 295 dilengkapi juga dengan HIAS (Highly Integrated Avionics System), yaitu suatu sistem avionik yang sangat terintegrasi dan modern berdasarkan Thales Topdeck Avionic Suite. Penggunaan perlengkapan pesawat dengan Konsep arsitektur yang fleksibel dan Penggunaan perlengkapan yang modern menjamin sukses misi taktis dan penggantian  perlengkapan di masa mendatang.
TENTANG PT DIRGANTARA INDONESIA
PTDI adalah badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976. Lokasi pabrik pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) terletak di Bandung, Indonesia.  Produk utama perusahaan ini adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. Pabrik perakitan PTDI memproduksi berbagai jenis pesawat CN235 dengantype certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim dan pengawasan.  Selain itu PTDI memproduksi dibawah lisensi pesawat NC212-200, NAS332 Super Puma dan NBell412.  PTDI telah memproduksi lebih dari 340 pesawat terbang dan helikopter untuk 49 operator sipil dan militer.  PTDI memanufaktur dan memproduksi bagian-bagian, komponen-komponen,tools dan fixtures untuk pesawat Airbus A320/321/330/340/350/380, untuk Eurocopter EC225 dan EC725, untuk pesawat Airbus Military CN235/C212-400/C295. Untuk perawatan pesawat, PTDI melayani jasa pemeliharaan, overhaul, perbaikan, alterasi, kustomisasi dan dukungan logistik untuk CN235 berbagai seri, Bell412, BO-105, NC-212-100/200, NAS332 Super Puma, B737-200/300/400/500, A320, Fokker100 dan Fokker27. Enjinering PTDI melayani jasa rekayasa dan analisa serta flight simulators.
(Visited 108 times, 2 visits today)
Categories: Siaran Pers

Sunday, July 7, 2013

PT DI Sasar Pasar Amerika Latin


Pesawat CN 295 versi militer buatan PT DI. Pesawat ini adalah pesawat canggih.
Hampir semua sistem avionics-nya computerized. Ia, antara lain, mampu terbang tanpa
dikendalikan oleh pilot, karena punya mode Autopilot.

BANDUNG – PT Dirgantara Indonesia (DI) memperluas pasar dengan menyasar Amerika Latin. Langkah itu tidak terlepas dari pemusatan seluruh produksi NC-212 di pabrik pesawat yang berbasis di Bandung tersebut.

Manager Pemasaran PT DI, Teguh Graito yang didampingi Jubir perusahaan, Sonny Saleh Ibrahim menyatakan perluasan pasar tersebut tidak terlepas dari minat sejumlah negara terhadap produk kerja sama dengan Airbus Military itu di kawasan tersebut.

“Ekuador dan Argentina sempat menyatakan ketertarikannya. Mereka butuh 3-5 pesawat tersebut. Ketika itu, kami tak bisa meresponnya karena pasar kawasan tersebut ditangani Airbus Military. Sekarang kami akan menangkap peluang tersebut,” katanya.

Dalam pertemuan pekan lalu, kata dia, Airbus telah memberikan persetujuan itu kepada BUMN Strategis. Area pemasaran terhadap pesawat sayap tetap yang diproduksi PT DI tak lagi dibatasi.

Selama ini, pabrik yang pernah memiliki nama IPTN dan Nurtanio itu hanya dipercaya menggarap pasar Asia Pasifik bersama produk lainnya seperti CN-235 dan menyusul belakangan CN-295. Bagi PT DI, kebebasan itu akan memberikan pengalaman sekaligus tantangan baru.

“Kami belum pernah menjual produk ke Amerika Latin. Lebih dari itu, kesempatan ini memberikan kami batu loncatan untuk menggarap pasar dunia,” katanya.

PT DI belum memetakan detail pasar di Amerika Latin. Hanya saja, mereka optimis kebutuhan pesawat angkut militer dan konfigurasi lainnya seperti NC-212, mereka juga akan menawarkan CN-235 dan CN-295 mempunyai celah terbuka.

“Yang sudah jelas di Asia Pasifik. Berdasarkan market analisis kami, kebutuhan di kawasan tersebut bisa mencapai 100 pesawat. Untuk pasar CN-235 saja bisa 75 unit sama halnya CN-295,” tandasnya. (www.indonesian-aerospace.com)

Friday, July 5, 2013

Merasa Puas, Senegal Tertarik Tambah Pesawat CN 235



Merasa Puas, Senegal Siap Beli Lagi Pesawat RI

Dakar, Senegal - Menteri Pertahanan Senegal Augustine Tine memuji kinerja pesawat CN 235 buatan Indonesia dan berminat untuk menambah pesawat angkut militer buatan PT Dirgantara Indonesia tersebut.

"Kami menggunakan pesawat itu untuk berbagai keperluan dan saya puas dengan kemampuannya," kata Augustine seusai pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Dakar, Senegal, Kamis.

Angkatan Bersenjata Senegal memiliki satu unit pesawat angkut militer CN 235 yang dibeli secara kredit dari penjamin di Belgia. Tingkat penggunaan pesawat tersebut sangat tinggi.

"Besok saya akan naik pesawat itu ke daerah. Kadang digunakan untuk ke negara tetangga seperti Mali atau Benin," kata Augustine.

Sjafrie yang didampingi Dirjen Strategi Pertahanan Sonny Prasetyo dan Direktur Pemasaran PT DI Budiman Saleh menawarkan tambahan pesawat CN 235 dan generasi terbarunya CN 295 yang lebih canggih.

"Saya berharap bisa tambah satu yang generasi baru, adakah diberikan fasilitas kreditnya?" tanya Augustine.

Sjafrie menjawab bahwa kemungkinan fasilitas kredit itu bisa diberikan, namun akan tanya dulu kepada Menteri Keuangan.

"Soal kredit bukan wewenang saya, tapi Menteri Keuangan," katanya.

Wamenhan mengundang Augustine datang ke Indonesia untuk melihat sendiri produk industri pertahanan Indonesia.

"Saya ingin datang namun saya harus minta izin dulu ke Perdana Menteri," katanya seraya mengatakan Senegal juga membutuhkan peralatan militer seperti senapan dan amunisinya.

Sebelumnya, Sjafrie mengatakan kunjungan ke Afrika untuk meningkatkan kerja sama militer dan menjajaki peluang kerja sama produk industri pertahanan.

Indonesia, katanya, ikut ambil bagian dalam pasukan penjaga perdamaian di Afrika.

"Terimakasih Senegal sudah menggunakan CN 235, kami tawarkan produk lain seperti senjata dan nonsenjata," kata Sjafrie yang memberikan contoh produk dari mulai helm, rompi, dan makanan prajurit.

Menhan Senegal setuju memperkuat kerja sama dengan Indonesia. Senegal juga ikut pasukan penjaga perdamaian PBB. 

Senegal juga sepakat untuk kerja sama melawan terorisme.

Sjafrie menyatakan setuju dengan kerja sama membasmi terorisme yang menjadi kejahatan internasional.  (ANTARA News)


Thursday, June 20, 2013

Australia Minta Saran BNPB Atasi Banjir dengan Modifikasi Cuaca


Jakarta - Australia rupanya terkesan dengan cara Indonesia dalam mengendalikan hujan dengan teknologi modifikasi cuaca. Jika begitu, mestinya kita patut bangga menjadi referensi

Saturday, May 25, 2013

Pesawat militer buatan PT DI dipasarkan ke enam negara ASEAN

Sebuah pesawat CN 212 milik TNI AU produksi PT DI sedang mengudara.


Kementerian Pertahanan Indonesia memperkenalkan pesawat transportasi militer CN295 ke Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Malaysia.

Pesawat ini mendarat di Bandara Ninoy Aquino Manila, Filipina dua hari lalu sebagai persinggahan pertama dari rangkaian tur ke enam negara-negara ASEAN.

Perjalanan ini dalam rangka promosi mengenai kemampuan dan efisiensi pesawat transportasi hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan Airbus Military, Perancis. CN295 masuk kategori pesawat serba guna berukuran sedang untuk kepentingan sipil maupun militer.

Pada kunjungan ke Kementerian Pertahanan Filipina, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang juga sebagai Ketua Delegasi, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien mengatakan bahwa pesawat buatan PT DI ini sangat pas memenuhi kebutuhan transportasi negara Asia Tenggara.

"Kami mempromosikan penggunaan sistem pertahanan yang serupa di antara sesama negara ASEAN dan CN295 merupakan pesawat yang layak dan tepat untuk kepentingan pertahanan tersebut," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Sabtu (25/5).

Selain mempromosikan CN295, Kemenhan juga menawarkan CN235 dan NC212i kepada militer Filipina. Kedua varian itu sudah diluncurkan pada sejak November tahun lalu dilengkapi sistem avionic dan autopilot yang baru, serta kapasitas penumpang lebih banyak dengan biaya operasi yang lebih efisien.

Secara total lebih dari 120 unit C295 telah dipesan seluruh dunia dan hampir 100 unit pesawat telah dioperasikan di berbagai negara seperti Aljazair, Brazil, Cile, Kolombia, Republik Ceko, Mesir, Finlandia, Ghana, Yordania, Kazakhstan, Meksiko, Polandia, Portugal dan Spanyol. Angkatan Udara Indonesia sendiri memesan 9 unit. Karena itulah, PT DI dan Kemenhan berharap ASEAN bisa menjadi pasar selanjutnya.

Seiring membaiknya kondisi keuangan PT DI, ragam pesawat yang dihasilkan pun kembali menggeliat. Kini perusahaan pelat merah yang terletak di Bandung itu juga bakal mendapat dana dari Kementerian Perindustrian untuk merancang pesawat kecil N 219 berkapasitas 19 penumpang.

Tahun lalu, PT DI mendapatkan banyak kontrak pembuatan sayap pesawat dan helikopter. Perusahaan pelat merah itu juga menjual komponen dan menawarkan jasa perbaikan pesawat. Alhasil, kas perusahaan menghijau dengan pemasukan sepanjang 2012 mencapai Rp 2,9 triliun.

Sunday, May 19, 2013

DPR: Senegal Tertarik Pesawat CN-235



Pemerintah Senegal berminat membeli dua pesawat CN-235 versi 220 produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan VIP dan transportasi udara.

"Hal itu ditegaskan Menteri Angkatan Bersenjata Senegal Augustine Tine saat bertemu delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) antara DPR dan Parlemen Senegal di Kantor Kementerian Angkatan Bersenjata Senegal," kata Pimpinan Delegasi DPR Tantowi Yahya, Sabtu (18/5) malam.
Pemerintah Senegal juga ingin memulai kerja sama di bidang pertahanan. Yelalui pelatihan bagi perwira militer dan polisi. Selain juga upaya penguatan kerja sama di bidang politik terkait pemilu dan peran parlemen.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai rencana pembukaan kantor perwakilan pemerintah Senegal di Indonesia. Ini sebagai bentuk penguatan kerja sama setelah KBRI dibuka di Dakar pada 1982.

Kedua negara juga sedang melakukan proses finalisasi naskah nota kesepahaman mengenai Pembentukan Komisi Bersama. Ini dalam rangka mewujudkan hubungan bilateral saling menguntungkan.

Delegasi DPR melakukan kunjungan kerja ke Senegal selama tiga hari, 14--17 Mei. Kunker ini diikuti oleh lima anggota dari fraksi Demokrat, Golkar dan PDI Perjuangan. (Republika)

Dapat uang melalui internet

Tuesday, May 14, 2013

Era Kebangkitan Industri Pertahanan RI


Armada kapal tempur TNI AL sedang menembakkan rudal dalam suatu latihan. Kapal tempur di atas semuanya buatan  industri dalam negeri.

Oleh Sjafrie Sjamsoeddin

Wakil Menteri pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Memiliki pertahanan yang tangguh adalah sebuah kebutuhan mendasar bagi setiap bangsa.

Kemampuan pertahanan tidak saja penting dalam menjaga keselamatan bangsa, tetapi juga simbol kekuatan serta sarana untuk menggapai cita-cita, tujuan, ataupun kepentingan nasional.

Efektivitas pertahanan negara turut ditentukan juga oleh kemampuan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) secara mandiri. Oleh sebab itu, industri pertahanan perlu dibangun melalui revitalisasi industri pertahanan.

Setelah Presiden SBY memberikan arahan revitalisasi industri pertahanan di Kementerian Pertahanan tahun 2004, sejak saat itu mesin dari semua pemangku kepentingan segera bekerja. Kementerian Pertahanan sebagai pembuat regulasi dan kebijaksanaan pembinaan industri pertahanan, TNI sebagai pengguna, dan industri pertahanan sebagai produsen dalam negeri menyatu dalam target merevitalisasi industri pertahanan untuk membangkitkan kekuatan industri pertahanan dalam negeri.

Berbagai langkah, strategi, dan regulasi segera diambil. Pemerintah yang diperankan oleh Bappenas, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pertahanan bersama TNI dan Polri serta instansi pemerintah lain sebagai pengguna, segera menerjemahkannya.

Presiden pada 2010 telah membentuk suatu badan kebijakan nasional industri pertahanan yang disebut Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Tugas yang diemban oleh KKIP adalah mengembangkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, baik alutsista maupun non-alutsista.

Sejak saat itu Indonesia sebenarnya telah memiliki visi, misi, dan strategi dasar pembangunan industri pertahanan. Apalagi pemerintah dan DPR pada 2012 menetapkan Undang-Undang Nomor 16 tentang Industri Pertahanan Negara sebagai legalisasi dan legitimasi menghidupkan dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Industri pertahanan

Suatu negara yang kuat akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan industri teknologi pertahanan yang mandiri. Filosofi ini penting untuk mendukung misi negara menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah.

Presiden melihat kebangkitan industri pertahanan dalam negeri dan untuk semakin mendorong tumbuhnya industri pertahanan dalam negeri, presiden bahkan menggariskan beberapa kebijakan teknis.

Pertama mewajibkan pengguna dalam negeri memakai produksi dalam negeri untuk alutsista dan non-alutsista. TNI dan Polri serta instansi pemerintah lainnya diwajibkan memakai produksi dalam negeri manakala kebutuhan tersebut dapat diproduksi oleh kita sendiri.

Kedua, manakala harus membeli dari luar negeri, maka persyaratannya adalah produksi dalam negeri belum mampu memenuhi spesifikasi teknis dan kebutuhan operasional dari pengguna yang perlu teknologi tinggi. Namun, pembelian dari luar negeri harus ditambah persyaratan transfer teknologi dan ofset dari negara pemasok kepada industri pertahanan dalam negeri.

Ketiga, pembelian dari luar negeri tidak boleh mendikte secara politik terhadap negara dalam membeli peralatan militer.

Sebagai pembina industri pertahanan, Kemhan berkepentingan memberikan peluang kepada industri pertahanan dalam negeri untuk memasok kebutuhan. Bahkan, Kemhan mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk bisa ekspor produk mereka ke luar negeri.

Kemampuan industri dalam negeri kita sekarang ini sudah pada tingkat teknologi menengah. Artinya, industri pertahanan kita sudah dapat membuat dan sudah digunakan oleh TNI.

Sebagai contoh, alutsista darat buatan PT Pindad mulai dari pistol dan senjata serbu sampai mortir serta kendaraan tempur roda ban (panser Anoa) sudah mendukung kebutuhan TNI AD. Bahkan, produk PT Pindad itu sekarang sudah berstandardisasi PBB, demikian juga kendaraan taktis pengintainya.

Saat ini sedang berlangsung pembaruan kendaraan tempur roda rantai (tank AMX-13) yang merupakan awal membangun tank ringan. Setelah itu diharapkan kita bisa membuat sendiri tank ringan sampai berat.

Saat membeli tank berat (MBT Leopard) dari Jerman, dalam paket kontrak ada klausul transfer teknologi. Pihak Jerman menyetujui dalam pemeliharaan pascajual, artinya kita akan mendapat kesempatan melakukan didampingi pihak produsen.

Untuk alutsista udara, PT Dirgantara Indonesia kini sedang mengembangkan kerja sama produksi dengan Airbus Military untuk membangun pesawat angkut sedang CN 295. Kita sangat berkepentingan untuk meningkatkan kemampuan memproduksi pesawat angkut ringan, seperti C-212, CN 235, dan CN 295, yang bermuatan 50 penerjun.

Hal yang sama kita lakukan dalam pembuatan helikopter serbu Bell-412 dan heli Cougar 725. PT Dirgantara Indonesia diharapkan bisa memenuhi sebagian kebutuhan dari TNI dan cocok untuk operasi kemanusiaan.

Di sisi alutsista laut, kita bahkan memiliki beberapa industri pertahanan dalam negeri yang bisa diandalkan. PT PAL diandalkan untuk pembuatan kapal perang skala besar, seperti class korvet dan kapal selam. PT PAL juga didorong untuk membuat kapal perang untuk tanker.

Kita juga memiliki badan usaha milik negara yang lain, yaitu PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. BUMN ini kita beri porsi untuk membangun Landing Ship Tank atau kapal pengangkut tank ringan dan sedang.

Industri pertahanan swasta juga sudah memberikan kontribusi besar untuk kapal patroli cepat ukuran 60 meter ke bawah, seperti Palindo, Lundin, Anugrah. Bila berkualitas, peluang yang sama juga diberikan kepada beberapa galangan swasta lain di dalam negeri. Alokasi anggaran kepada industri pertahanan cukup besar dalam rencana strategis 2010– 2014, minimal Rp 5,4 triliun.

Peluang ini sekaligus menjadi tantangan bagi industri pertahanan dalam negeri untuk meningkatkan kualitas manajemen agar mampu memenuhi persyaratan kualitas, waktu distribusi, dan harga yang bersaing. Tanpa ada profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan dan keuangan, semua peluang yang ada ini tidak akan bisa termanfaatkan bahkan terlewat tanpa makna.

Saat ini industri pertahanan PT PAL bahkan perlu untuk merekrut tenaga terampil umur 18–20 tahun agar mereka siap digunakan dalam pembangunan kapal selam, yang diharapkan bisa kita lakukan tahun 2020.

Hal kritis dalam pembangunan industri pertahanan dalam negeri adalah pengawakan manajemen yang unggul dan kemampuan untuk mengeliminasi parasit dalam manajemen industri pertahanan dan meniadakan peran ”broker” yang berdampak pada penggelembungan biaya.

Manajemen industri pertahanan jangan pernah memberikan peluang distorsi internal dan eksternal yang hanya menimbulkan kerusakan manajemen. Aturan yang mengharuskan kita membeli langsung ke pabrikan dan menjual langsung kepada pembeli adalah cara paling tepat untuk efisiensi dan manfaat.

Bila kita mau, Indonesia pasti sanggup menjadi kekuatan regional yang didukung oleh kemampuan industri teknologi pertahanan dalam negeri.

Sjafrie Sjamsoeddin Wakil Menteri Pertahanan RI; Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (Kompas)

Dapat uang melalui internet

Saturday, May 11, 2013

PT DI focusing on ASEAN/Asia-Pacific Aircraft Market

CN 235 made by PT DI for the US Coast Guard was flying. ASEAN open sky become a new challenge and opportunity aircraft market for PT DI.

PT Dirgantara Indonesia plans to offer the Casa 212 aircraft to Myanmar in visits by 15 State Owned Enterprises to the country in early April 2013. "Its numbers has not been determined because there are still obstacles. Marketing Director of PT Dirgantara Indonesia who will offer the aircraft to Myanmar," said Main Director of PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, Saturday, March 30, 2013.


Constraints in question is the problem of providing components. "There are still enforced embargo on American-made components such as engines and avionics," he said. Even so, Indonesia PT DI will still try to offer a homemade aircraft. "I heard, America also offers its products."

A total of 15 State Owned Enterprises will travel to Myanmar to explore business cooperation opportunities in the country. Deputy of Businesses and Services the Ministry of State Owned Enterprises, Gatot Trihargo, said that the delegation will be accompanied by the Minister of Economy Coordinating, Hatta Rajasa, and Minister of State Owned Enterprises, Dahlan Iskan.

Budi said that some of the companies that participated include: PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Timah (Persero), PT Garuda Maintenance Facilities (GMF), PT Bukit Asam (Persero), Perum Bulog, PT Bank BNI (Persero) Tbk , PT Pupuk indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT WIKA (Persero) Tbk. "The meeting will be mainly on G to G (intergovernmental meetings.) Bank Negara Indonesia (BNI) will act as the coordinator of a local bank. And we will make the office that coordinated by BNI, PT WIKA, and PT Pertamina (Persero)," he says.

Casa C-212 Aviocar is a medium-sized aircraft and turboprop engine designed and manufactured in Spain for civil and military uses. This aircraft has been produced by PT Dirgantara Indonesia, as the only company that holds the license manufacture of the aircraft outside its main plant manufacturers. In January 2008, EADS CASA decided to move the entire production facility C-212 aircraft to PT. Indonesian Aerospace in Bandung, West Java. (Nusantara)

Dapat uang melalui internet