Showing posts with label ASEAN. Show all posts
Showing posts with label ASEAN. Show all posts

Wednesday, July 31, 2013

Industri Pertahanan Indonesia Incar Pasar ASEAN


Jakarta -  Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertahanan ternyata mengincar pasar industri pertahanan di wilayah negara-negara ASEAN. Potensi pasar di kawasan ini, menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, bisa mencapai nilai US $ 25 miliar.

Peluang pasar ini disampaikan Purnomo dalam diskusi Executive Business Breakfast tentang Ke Mana Arah Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia yang digelar Lembaga Kajian Pusat Studi Kebijakan dan Pendampingan Strategis (CPSSA) di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis 23 Mei 2013. "Proyeksi masa depan adalah bagaimana membangun kemandirian industri pertahanan." kata Purnomo. "Kami ingin industri pertahanan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tapi juga dapat ekspor ke luar negeri."

Menurut Purnomo, proyeksi pasar industri pertahanan di wilayah Asia Tenggara biaa mencapai capai US $ 25 Miliar. Potensi pasar ini, sebaiknya juga dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian lokal dalam sektor industri pertahanan dalam negeri. Apalagi, ASEAN dalah pasar yang besar bagi industri pertahanan. Pasar industri ini melonjak signifikan dalam dua dekade terakhir. 

Meski besar, namun kebanyakan negara anggota ASEAN setuju, transaksi di pasar industri pertahanan dikhususnya untuk peralatan bukan untuk perang atau untuk operasi militer selain perang. Selain itu, juga mulai dirasa pentingnya kolaborasi industri pertahanan di kawasan ASEAN. Kolaborasi itu mutlak diperlukan guna terciptanya kemandirian alutsista dan perluasan pembangunan ekonomi dna kemajuan kawasan ASEAN. "Harus ada yang bersedia membeli alutsista dalam negeri beserta kekurangan dan kelebihannya demi memajukan industri pertahanan dalam negeri sebelum berkolaborasi di ASEAN." kata Purnomo.

Purnomo mengatakan, mengatakan bahwa industri pertahanan RI yang berdiri sejak 1958 dengan menasionalisasi industri pertahanan bekas peninggalan asing seperti Inggris dan Belanda, runtuh pada tahun 1997 - 1998. Pada tahun 2010 pemerintah telah memprioritaskan pembangunan industri pertahanan hingga 2024."Tidak ada negara di dunia ini yang kuat kalau hanya ekonominya saja yang kuat," kata Purnomo

Ia mengatakan bahwa negara yang kuat itu tak hanya ditopang oleh ekonominya yang kuat namun juga harus memiliki industri pertahanan yang kuat pula dan pertahanan itu tidak bisa sukses hanya bergantung pada industri pertahanannya saja tetapi komitmen untuk mewujudkannya

Dalam presentasinya, Purnomo membeberkan peta dasar pembangunan Industri Pertahanan dalam negeri, selama 15 tahun ke depan menyusul diberlakukannya UU Industri Pertahanan nomor 16 tahun 2012. Terutama bagaimana rancang bangun peta kekuatan industri pertahanan di kawasan dan peran Komite Kebijakan Industri Pertahanan di dalamnya. 

Sebelumnya dalam sambutan membuka acara itu, Ketua Centre for Policy Studies and Strategic Advocacy Luhut Panjaitan optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6% pada tahun ini dan diperkirakan dapat mencapai 8%-9% dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia seharusnya tidak sekedar menjadi pasar bagi negara lain tetapi harus sudah mencari pasar luar.

"Di industri pertahanan, Indonesia sebenarnya sudah punya industri dasar. Ini bisa dikembangkan. Tinggal dorongan kebijakan dari pemerintah," ujar Luhut. (Tempo. co. - FARDHANI RAMADHANA)



Saturday, July 20, 2013

Indonesia Mempromosikan Pesawat Transport di Kawasan ASEAN untuk Meningkatkan Kerjasama Internasional

Pesawat CN 295 Buatan PT DI milik TNI AD


CN 295 UNJUK KEMAMPUAN DI NEGARA – NEGARA ASEAN

Pada hari Kamis 30 Mei 2013, pesawat transport Militer CN295 mendarat di Bandara Sultan Abdul Aziz Kuala Lumpur, Malaysia, persinggahan terakhir dari rangkaian tour ke enam negara-negara ASEAN. Kementerian Pertahanan Indonesia memperkenalkan pesawat ini ke Philipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Thailand dan Malaysia sejak tanggal 22 sampai 31 Mei dalam rangka promosi mengenai kemampuan dan efisiensi pesawat transportasi hasil kerja sama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Airbus Military. Pesawat CN295 adalah sebuah pesawat serba guna berukuran sedang untuk kepentingan sipil maupun militer.
Kunjungan ini juga merupakan kesempatan untuk menjelaskan kelebihan dari pesawat CN235 dan NC212i, yaitu hasil pengembangan dari varian C212 yang telah diluncurkan pada bulan November 2012 antara PTDI dan Airbus Military dengan menggunakan sistem avionic dan autopilot yang baru, kapasitas penumpang bertambah dan biaya operasi yang lebih efisien.
Pada kunjungan ke Kementerian Pertahanan Malaysia, Jum’at 31 Mei 2013, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang juga sebagai Ketua Delegasi, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien mengatakan bahwa “Kami mempromosikan penggunaan sistem pertahanan yang serupa di antara sesama negara ASEAN dan CN295 merupakan pesawat yang layak dan tepat untuk kepentingan pertahanan tersebut. Kami yakin dengan penggunaan jenis pesawat yang sama di wilayah ASEAN akan memperkuat kerjasama diantara kita, pada waktu yang sama mengurangi biaya operasional dan perawatan pesawat secara signifikan. Dalam segmen pesawat kecil dan menengah, pesawat CN295, CN235 dan NC212i adalah solusi yang tepat untuk menjalankan misi di kawasan regional”.
Angkatan Udara Republik Indonesia saat ini telah mengoperasikan dua unit CN295 dari sembilan unit yang dipesan dari PTDI. Dan pada tahun 2014, seluruhnya sudah dapat dioperasikan di wilayah Indonesia oleh TNI AU, dengan penyerahan pesawat tersebut ke Kementerian Pertahanan RI yang berlangsung di delivery center dan final assemblyPTDI yang merupakan hasil nyata dari Kemitraan Strategis (Strategic Partnership) antara PTDI dan Airbus Military yang ditandatangani pada tahun 2011 lalu. Secara total lebih dari 120 unit C295 telah dipesan seluruh dunia dan hampir 100 unit pesawat telah dioperasikan di berbagai negara seperti Alzajair, Brazil, Chilie, Colombia, Republik Ceko, Mesir, Finlandia, Ghana, Yordania, Kazakhstan, Mexico, Polandia, Portugal dan Spanyol.
Sementara itu, CN235 dan NC212 masing-masing telah terjual lebih dari 270 unit dan 470 unit, serta telah beroperasi dengan sukses di lebih 50 negara. Para operator CN295, CN235, NC212 sangat puas dengan keandalan, kapabilitas  dan ketangguhan dari pesawat-pesawat tersebut, yang sangat mudah dioperasikan di dalam situasi yang bergejolak dan medan yang sulit. Dan hasilnya pesawat tersebut saat ini menduduki posisi terdepan dikelasnya.
Tentang C295
C295 adalah pesawat generasi baru yang ideal untuk misi-misi pertahanan dan sipil, seperti misi kemanusiaan, patroli maritim, misi pengawasan lingkungan, dan yang lainnya. Berkat ketangguhan dan keandalan, dan dengan sistem operasi yang mudah digunakan, pesawat taktis ukuran sedang ini memiliki banyak kelebihan dan fleksibel, yang diperlukan untuk angkut personil, pasukan, cargo,evakuasi korban, serta mempunyai kemampuan menurunkan logistik dari udara. Pesawat ini juga  perpaduan teknologi sipil dan militer yang mendukung suksesnya misi-misi taktis, berkemampuan untuk menambah peralatan-peralatan yang lebih maju di masa depan serta mempunyai kemampuan menyesuaikan diri di wilayah udara sipil.
Pesawat ini juga mampu  lepas landas dan mendarat dilandasan pendek atau Short Take Off and Landing (STOL) dan landasan yang tidak dipersiapkan (CBR 3), dapat terbang rendah dalam misi taktis, membawa beban sampai 9 ton dengan kecepatan jelajah normal 260 knots (480 km/jam).  Cabin C295 pressurized (bertekanan udara), dapat terbang dalam ketinggian 25.000 kaki, dan dapat beroperasi dalam wilayah yang sangat panas. Pesawat ini juga dilengkapi dengan perangkat pendaratan yang dapat dilipat (retractable).Ditenagai 2 mesin turboprop Pratt & Whitney PW 27 G Kanada.
CN 295 dilengkapi juga dengan HIAS (Highly Integrated Avionics System), yaitu suatu sistem avionik yang sangat terintegrasi dan modern berdasarkan Thales Topdeck Avionic Suite. Penggunaan perlengkapan pesawat dengan Konsep arsitektur yang fleksibel dan Penggunaan perlengkapan yang modern menjamin sukses misi taktis dan penggantian  perlengkapan di masa mendatang.
TENTANG PT DIRGANTARA INDONESIA
PTDI adalah badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976. Lokasi pabrik pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) terletak di Bandung, Indonesia.  Produk utama perusahaan ini adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. Pabrik perakitan PTDI memproduksi berbagai jenis pesawat CN235 dengantype certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim dan pengawasan.  Selain itu PTDI memproduksi dibawah lisensi pesawat NC212-200, NAS332 Super Puma dan NBell412.  PTDI telah memproduksi lebih dari 340 pesawat terbang dan helikopter untuk 49 operator sipil dan militer.  PTDI memanufaktur dan memproduksi bagian-bagian, komponen-komponen,tools dan fixtures untuk pesawat Airbus A320/321/330/340/350/380, untuk Eurocopter EC225 dan EC725, untuk pesawat Airbus Military CN235/C212-400/C295. Untuk perawatan pesawat, PTDI melayani jasa pemeliharaan, overhaul, perbaikan, alterasi, kustomisasi dan dukungan logistik untuk CN235 berbagai seri, Bell412, BO-105, NC-212-100/200, NAS332 Super Puma, B737-200/300/400/500, A320, Fokker100 dan Fokker27. Enjinering PTDI melayani jasa rekayasa dan analisa serta flight simulators.
(Visited 108 times, 2 visits today)
Categories: Siaran Pers

Tuesday, July 2, 2013

Lima negara berminat beli pesawat Indonesia

Pesawat CN-295 Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro melintas di depan pesawat CN-295 usai memberikan sambutan saat acara serah terima 2 unit pesawat CN-295 kepada TNI AU di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (4/10/13). (ANTARA/Zabur Karuru)

Jakarta - Lima negara di kawasan Asia Tenggara menyampaikan berminat membeli pesawat angkut buatan PT Dirgantara Indonesua, CN-295.

Lima negera itu menyatakan minatnya untuk membeli CN-295 ketika Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar road show di enam negara ASEAN Mei lalu.

"Angkatan udara dari lima negara sudah menyatakan minatnya terhadap pesawat angkut buatan PT DI tersebut. Lima negara yakni Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Malaysia," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang juga sekretaris KKIP usai sidang KKIP ke-9 di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, Selasa. 

Brunei juga meminta PT DI melakukan demo flight sebelum mereka membeli pesawat itu.

Keinginan negara ASEAN itu terhadap pesawat angkut CN-295, lanjut Wamenhan, karena pesawat itu antara lain bisa digunakan dalam bantuan sosial, kegiatan militer, bisalanding (mendarat) di atas rumput dan bisa mengangkut sekitar 50 penerjun.

Sementara Menhan Purnomo Yusgiantoro yang sekaligus sebagai Ketua KKIP mengatakan, hasil kegiatan road show itu mendapatkan respon yang konkrit dari kelima negara yang dikunjungi.

"Pesawat angkut ini mendapatkan minat dari angkatan udara dan kepolisian di lima negara," katanya.

Selanjutnya, kata Menhan, negara tersebut akan mengirimkan tim observasi untuk membahas masalah teknis dan administrasi dengan PT DI selaku pembuat pesawat. (Antara).

Saturday, May 11, 2013

PT DI focusing on ASEAN/Asia-Pacific Aircraft Market

CN 235 made by PT DI for the US Coast Guard was flying. ASEAN open sky become a new challenge and opportunity aircraft market for PT DI.

PT Dirgantara Indonesia plans to offer the Casa 212 aircraft to Myanmar in visits by 15 State Owned Enterprises to the country in early April 2013. "Its numbers has not been determined because there are still obstacles. Marketing Director of PT Dirgantara Indonesia who will offer the aircraft to Myanmar," said Main Director of PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, Saturday, March 30, 2013.


Constraints in question is the problem of providing components. "There are still enforced embargo on American-made components such as engines and avionics," he said. Even so, Indonesia PT DI will still try to offer a homemade aircraft. "I heard, America also offers its products."

A total of 15 State Owned Enterprises will travel to Myanmar to explore business cooperation opportunities in the country. Deputy of Businesses and Services the Ministry of State Owned Enterprises, Gatot Trihargo, said that the delegation will be accompanied by the Minister of Economy Coordinating, Hatta Rajasa, and Minister of State Owned Enterprises, Dahlan Iskan.

Budi said that some of the companies that participated include: PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT Timah (Persero), PT Garuda Maintenance Facilities (GMF), PT Bukit Asam (Persero), Perum Bulog, PT Bank BNI (Persero) Tbk , PT Pupuk indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT WIKA (Persero) Tbk. "The meeting will be mainly on G to G (intergovernmental meetings.) Bank Negara Indonesia (BNI) will act as the coordinator of a local bank. And we will make the office that coordinated by BNI, PT WIKA, and PT Pertamina (Persero)," he says.

Casa C-212 Aviocar is a medium-sized aircraft and turboprop engine designed and manufactured in Spain for civil and military uses. This aircraft has been produced by PT Dirgantara Indonesia, as the only company that holds the license manufacture of the aircraft outside its main plant manufacturers. In January 2008, EADS CASA decided to move the entire production facility C-212 aircraft to PT. Indonesian Aerospace in Bandung, West Java. (Nusantara)

Dapat uang melalui internet