Showing posts with label PT INKA. Show all posts
Showing posts with label PT INKA. Show all posts

Wednesday, July 3, 2013

Teknologi Indonesia : Dari Sakit Hati ke Proklamasi Harga Diri



Pesawat Nir awak buatan ITB
Mengutip tulisan Menteri BUMN di Antara News sebagai berikut, karena 'gemes' dengan perkembangan teknologi Indonesia yang masih juga mendapat halangan luar biasa dari bangsa sendiri. Tulisan berikut ini menarik untuk kita baca untuk mengetahui apa yang terjadi di kalangan 'atas' sana, para pejabat pengambil keputusan untuk masa depan negeri ini. Silakan menikmati : 
"Sakit hati, ada kalanya sangat penting. Banyak orang sukses bermula karena sakit hati: kepada saudara, tetangga, teman, mantan pacar, mantan kongsi,  atau kepada pesaing yang pernah mengalahkannya. 

Sakit hati kadang juga menyangkut harga diri. Banyak orang sukses bukan karena ingin kaya, tapi karena tidak ingin harga dirinya diremehkan. Mereka ini golongan yang, setelah sukses, tidak kelihatan menikmati kekayaannya untuk kemewahan hidupnya. 

Sakit hati juga biasa datang dari orang pandai yang merasa kepandaiannya tidak dimanfaatkan. Bisa juga datang dari orang yang merasa terjajah, yang kemudian ingin mengalahkan bekas penjajahnya.

Bisakah sakit hati dilakukan secara berjamaah? Oleh satu kelompok? Agar kelompok itu sukses secara bersama-sama? Bisakah sakit hati dilakukan secara nasional? Sehingga bangsa itu secara keseluruhan bisa sukses?

Sebagai orang yang pernah sakit hati, saya mencoba mengumpulkan banyak orang yang sudah lama sakit hati. Yakni para engineer yang selama ini bekerja di perusahaan-perusahaan BUMN. Mereka inilah yang merasa sakit hati setiap kali melihat kemampuan mereka diremehkan.

Salah satu puncaknya adalah saat mereka melihat proyek pembangkit listrik 10.000 MW. Mereka mempertanyakan: mengapa untuk pembangkit yang sekecil 2x7 MW pun harus mentah-mentah didatangkan dari Tiongkok? Apalagi ketika pada akhirnya proyek itu sama sekali tidak bisa dikatakan murah -oleh berbagai sebab, termasuk penyebab dari dalam negeri.

Rabu pagi tanggal 8 Agustus 2012 lalu, mereka berkumpul di aula kantor pusat Pertamina. Selama ini mereka benar-benar sakit hati. Hanya saja mereka cuma berani mengeluhkannya  secara diam-diam dan sendiri-sendiri. Mereka adalah kelompok sakit hati yang meskipun tidak destruktif tapi juga tidak aktif. Mereka pada dasarnya “sakit hati, tapi setengah tidak berdaya”. Padahal kemampuan mereka luar biasa. Asal ada yang mempersatukan dan mengkoordinasikan. 

Selama ini mereka kurang diberi kesempatan sehingga kapasitas itu tercerai-berai di berbagai BUMN. Mereka bukan saja tidak bersinergi, bahkan sering saling jegal!
Lihatlah pabrik di Pasuruan ini. Siapa yang menyangka bahwa BUMN yang kelihatan setengah sekarat itu –PT Boma Bisma Indra (BBI)- mampu membuat kondensor. Alat yang menjadi bagian sangat penting dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Waktu saya berkunjung ke PT BBI Pasuruan tiga minggu lalu tiga kondensor sudah terlihat jadi. Siap diekspor ke Eropa. Kondensor itu memang dipesan oleh pabrikan besar di Eropa. Untuk dipasang di PLTU di seluruh dunia.

Tapi PT BBI sedang kelimpungan. Ini akibat buruknya manajemen di masa-masa yang lalu. Utangnya ke Bank Mandiri sudah macet selama 10 tahun! Bunga dan dendanya terus menggunung. Assetnya banyak tersandera sebagai jaminan bank yang tidak bisa diapa-apakan. Perusahaan ini di-blacklist oleh bank mana pun.

PT BBI juga masih punya utang dagang pada PT Krakatau Steel (KS) yang sangat besar.  Juga sudah macet lebih 10 tahun. Sebagian asset PT BBI juga ditahan oleh KS sebagai jaminan sehingga tidak bisa digerakkan. Akibatnya, kemampuan yang tinggi yang dimiliki para ahli dan karyawan PT BBI tersandera oleh keadaan perusahaan yang ‘termehek-mehek’. Mereka sakit hati dan frustrasi. Ahli tapi tidak berdaya.Mereka ahli membuat kondensor, boiler, pabrik kelapa sawit, dan pekerjaan engineering lainnya, tapi mereka tidak ahli dalam menyelesaikan problem utang macet yang membelit perusahaannya.

Maka saya bersyukur ketika Dirut PT BBI yang sekarang, Dr Ir Lalak Indiyono,  punya ide brilian untuk menguraikan benang kusut itu. Dengan skema yang cerdas, akhir tahun ini saya targetkan benang kusut tersebut sudah harus selesai. Agar tahun depan sudah bisa berlari, mengubah sakit hati menjadi ‘balas dendam’ untuk kemajuan bersama. Dalam forum rapat akbar engineering BUMN Rabu lalu itu, Dirut PLN, Ir Nur Pamudji, juga menawarkan pembangunan 30 unit PLTU di seluruh Indonesia. Terutama yang ukurannya 20 MW ke bawah. PLTU-PLTU ini harus  dibangun sepenuhnya oleh putra-putra bangsa sendiri. Baik BUMN maupun BUMN dan swasta nasional.

Inilah “Proyek 30 PLTU Merah Putih”, yang kami proklamasikan menjelang perayaan 17 Agustus 2012 untuk segera dikerjakan. Pembagian tugas pun diputuskan: turbin dibuat PT NTP Bandung, anak perusahaan PT Dirgantara Indonesia. Dengan membuat 30 turbin sekaligus, para engineer di PT NTP akan sibuk dan bisa mencapai skill yang tangguh.  
Generatornya dibuat oleh PT Pindad Bandung. Membuat 30 generator sekaligus bisa sangat efisien. Boilernya dibuat PT Barata Surabaya. PT BBI membuat kondensornya. Dan PT Wika membangun sipilnya. Secara teknik, perusahaan-perusahaan BUMN tersebut benar-benar mampu mengerjakannya. Selama ini mereka terserak, tidak terkoordinasi, dan bahkan saling menjatuhkan.

Dalam forum itu para engineer BUMN juga memproklamasikan "Pabrik Gula Merah Putih".  BUMN memang akan membangun pabrik gula baru di Glenmore, Banyuwangi. Pabrik baru yang akan menjadi yang terbesar di Jawa itu, 100 persen akan made in Indonesia! 
Kalau proyek ini sukses (dan harus sukses) maka revitalisasi pabrik-pabrik gula tua di seluruh Indonesia akan dikerjakan sendiri oleh putra-putra bangsa.

Alangkah akan sibuknya para engineer kita. Alangkah hidupnya pabrik-pabrik rekayasa permesinan kita. Alangkah berkembangnya kemampuan insinyur-insinyur kita.
Belum lagi proyek monorail Jakarta yg mangkrak sejak lebih 10 tahun lalu itu. Kalau Gubernur Jakarta mengeluarkan izinnya, satu BUMN yang selama ini banyak dosanya, PT Adhi Karya, akan menebus dosanya itu dengan pengabdian nyata. 
Monorail Jakarta itu akan selesai dalam 26 bulan. Adhi Karya akan didukung dua BUMN lainnya, PT LEN untuk sistem elektroniknya dan PT INKA untuk keretanya. Maka begitu pilkada selesai izin akan diajukan.

Yang masih akan dirumuskan adalah: bagaimana agar putra-putra bangsa juga bisa segera memiliki kemampuan mengerjakan proyek petrochemical dan oleochemical.Sedang untuk teknologi hidrogen dan fuel cell yang kelak akan jadi alternatif sumber tenaga untuk mobil listrik juga sedang dirancang. Kita sudah punya ahli fuel cell yang kini bekerja di BPPT dan di LIPI. Mereka sudah setuju untuk membuat prototipe fuel cellpertama di Indonesia, dengan biaya BUMN PT Batantek pimpinan Dr Ir Yudiutomo Imardjoko. Dua ilmuwan hebat akan berkolaborasi untuk energi masa depan Indonesia.

Maka dalam enam bulan, kita akan bisa melihat apakah Dr Ir Ennya Lestyani Dewi yang sekolah S1 sampai S3-nya di Jepang (atas biaya BJ Habibie) itu bisa melahirkan teknologi fuel cell Indonesia. Tentu ilmuwan-ilmuwan energi masa depan lainnya yang belum saya ketahui dimohon bergabung ke sini.

Seperti yang sudah dibuktikan minggu lalu, salah satu putra bangsa kita juga sudah berhasil membuat prototipe permanent magnetic motor pertama di Indonesia. PMM 25 kv itu sdh terbukti berhasil dipasang di mobil listrik buatan Pindad dan berfungsi dengan sempurna.
Untuk teknologi fuel cell pun, saya melihat di balik jilbab Dr Ennya Lestyani Dewi, putri Secang, Magelang, ini menyinarkan otak encernya. Saat ini, dari Makkah saya berdoa untuk Dr Ennya yang lagi merancang teknologi fuel cell-nya. 

Sakit hati, kelihatannya memang perlu sering-sering terjadi. Asal terbuka penyalurannya.
(*) Menteri BUMN"



Dari sebuah status di Facebook, menarik juga rangkuman berita berikut ini :


Bangkok Mass Transportation System PCL of Thailand, Singapore Technology Electronics Limited, SMRT International Pte Ltd of Singapore, Changcung Railways Vehicles Co. Limited, China Communications Contruction Company Limited of China, dan TUV Rhineland Group of Germany. Satu mitra lokal ialah PT Indosat Tbk of Indonesia.

Kemarin sudah melakukan MOU dengan pak Jokowi dan Hatta Rajasa.



Ironis, karena tidak ada gambarnya maka di banyak media, mereka foto dan mejeng di monorel konsorsium BUMN karya anak bangsa sendiri, yang tidak ada kaitannya dengan daftar konsorsium diatas.

Ini memang tantangan dan ujian untuk karya bangsa. Padahal ini proyek yang bisa menjadi mercusuar bagi Indonesia untuk menunjukkan jati diri dan kemampuan bangsa.

Terus kapan karya anak bangsa di beri kesempatan? Bagaimana nasib KOnsorsium Monorel BUMN?

Konsorsium BUMN mendapat apresiasi oleh Menko EKUIN, Hatta Rajasa, dan akan membantu memperlancar perpres.

"Perpres (Peraturan Presiden) penugasan Adhi Karya itu nggak terlalu sulit itu sudah jalan siapkan saja," cetus Hatta.


Tapi seminggu kemudian...

"Untuk apa Perpres itu? Wong kebijakannya ada di Pemda sendiri. Dari dulu juga pembahasan nggak perlu ada Perpres. Mau dibangun ya bangun saja, wong undang-undangnya sudah mengizinkan bahwa perusahaan swasta boleh membangun kereta api, asal diizinkan Menhub. Jalan saja," tutur Hatta di kantornya.

Hatta mengatakan, pelaksana proyek tinggal bekerjasama dengan Pemda setempat untuk pembangunan monorel ini. "Jangan banyak omong, kerja saja, lebih baik banyak kerja daripada banyak omong. Banyak jalan di Kalimantan nggak perlu Perpres-Perpresan. Monorel swasta dan Pemda jalan saja," kata Hatta


Ini BUMN lho..bukan swasta, kalo dianggap swasta berarti harus tender dulu, pemenangnya ditentukan pemda, terbuka kongkalikong, tapi Pak Dahlan menuruti dan menghubungi Pemda2, tapi....

Lalu pak Dahlan Iskan, setuju jika tidak perlu perpres. Jadi langsung kontak ke tiga pemda. Ternyata mereka tidak mau, meskipun membantu mereka dalam hal transportasi.

Adapun, usulan Dahlan mengenai monorel akan diambil oleh tiga pemda yang bersangkutan. Tapi, usulan tersebut tidak diterima oleh ketiga pemda tersebut.

"Saya setuju dengan Pak Hatta kalau tidak usah menggunakan perpres. Saya kemarin punya usul ke tiga pemda, namun pemda tidak mau," kata Dahlan


BUMN sudah berinsiatif, membuat monorel buatan anak bangsa, pendaaan juga konsorsium BUMN tanpa sedikitpun memakai APBN atau APBD.

Begitu susahnya membangun kemandirian bangsa dan memeratakan pembangunan. Tantangannya LUAR dan DALAM. 

Tetap semangat Pak Dahlan dan Konsorsium BUMN... insya Allah, Allah akan memberi kemudahan setelah semua kesulitan ini.


Friday, May 10, 2013

Ini Dia Monorail Buatan PT INKA

"Dua untuk transportasi massal dan satu lagi barang," ujar Dahlan.
Menteri BUMN meresmikan "Mock up" Monorail buatan Konsorsium Perusahaan BUMN di Madiun, Senin 6 Mei 2013.
Apa yang bisa diperbuat oleh bangsa Indonesia dalam penguasaan teknologi ? 
Jawabnya adalah sangat banyak. Dan sangat luar biasa. Kita sebenarnya memiliki potensi dan kemampuan untuk membuat apapun yang bisa dibuat oleh bangsa lain di dunia, tanpa kecuali. 
Mengapa ? Karena, setiap manusia, pada hekekatnya, punya kemampuan untuk belajar. Kedua, seperti kata Presiden SBY, kebijaksanaan adalah milik semua bangsa. Bangsa Indonesia, seperti halnya bangsa-bangsa lain di dunia, punya kemampuan untuk belajar dan berkembang. Buktinya, kita bisa buat monorail yang cukup bagus. 

Ah, baru monorail aja bangga. Amerika sudah bikin robot untuk dikirim ke Mars yang dikendalikan dari Bumi. Indonesia ?

Ya, tak apa. Mereka memang memulai lebih dahulu. Kita, Bangsa Indonesia, cepat atau lambat, juga akan menuju ke sana. Tunggu aja, nanti juga khan sampai. Semua itu perlu proses, butuh investasi waktu.

Amerika itu merdeka pada tanggal 4 Juli 1776. Umur AS sekarang 237 tahun.
Sedangkan Indonesia, merdeka baru tanggal 17 Agustus 1945.  Umurnya baru 68 tahun. 
Selisih berapa tahun ? 
170 tahun !!

Ketika Indonesia merdeka, keluar dari mulut buaya Belanda, langsung masuk ke mulut Harimau IMF, IGGI, World Bank, dan AS sendiri melalui Freeport, Exxon, Chevron, Newmont, dan lain-lain sampai sekarang. Jadi merdeka sebentar, begitu Bung Karno tiada, langsung dijajah lagi oleh predator baru yang lebih canggih dan lebih menguras kekayaan alam kita. Setelah reformasi, yakni setelah 1998, BUMN-BUMN strategis, dan Bank-Bank di bawah BPPN dijual ke asing atas desakan IMF dengan harga murah. 

Tahun 2008-an, baru kita lepas dari IGGI (CGI dibubarkan), lepas dari IMF dengan melunasi hutang-hutang kita (yang tak pernah kita gunakan dalam arti sebenarnya), dan mulai melakukan 'nasionalisasi' pelan-pelan (renegosiasi) MNC asing seperti Freeport, Exxon, Newmont, dan lain-lain. Titik inilah sebenarnya kemerdekaan Indonesia, yakni tahun 2008 !!

Jadi kita merdeka secara ekonomi baru 5 tahun yang lalu !! Itu pun belum 100% merdeka secara ekonomi. Renegosiasi masih berlangsung. 

Nah, kalau kita bisa membuat monorail, apalagi pesawat terbang dan kapal perang, dalam waktu sesingkat itu, hebat khan ? Argentina saja belum. 

Ya, akui sajalah kita memang cukup hebat. Semenjak BUMN ditangani oleh Dahlan Iskan, banyak kemajuan yang bisa diraih oleh hampir seluruh BUMN strategis. Misalnya, PT PINDAD yang sampai-sampai Pak BJ Habibie, mantan Presiden dan teknolog kita,  merasa perlu memberi apresiasi pada perusahaan itu. Lalu PT DI, PT PAL, LAPAN, Garuda, Krakatau Steel, dan lain-lain termasuk PT INKA mengalami peningkatan produktivitas yang menggembirakan. 

PT INKA membentuk konsorsium BUMN untuk membangun proyek monorail Jakarta-Bekasi yang di masa-masa pejabat sebelumnya tak terpikirkan. Bahkan dianggap tak mungkin alias impossible !

Namun faktanya konsorsium BUMN telah memajang mock up kereta monorail itu sebagaimana informasi di bawah ini. 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, pada hari Senin 6 Mei 2013, meresmikan tiga buah replika monorel yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api (Inka) di Madiun, Jawa Timur.
Merah-putih. Warna bendera Indonesia. Mungkin ini maksudnya agar masyarakat lebih cinta pada produk dalam negeri ?
Dalam sambutan peresmian, Dahlan menjelaskan, replika monorel tersebut untuk angkutan umum rute Bekasi Timur-Cawang-Cibubur-Kuningan, angkutan penumpang atau Automated People Mover System (APMS) di area Bandara Soekarno-Hatta, serta angkutan barang atau Automated Container Transporter (ACT) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya-Terminal Peti Kemas Telok Lamong.
"Jadi, monorel yang diluncurkan hari ini ada tiga. Dua untuk transportasi massal dan satu lagi barang," ujar Dahlan. Lihat foto-fotonya di sini.
Modern, computerized, bersih dan canggih.



Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, kepada VIVAnews mengatakan, peluncuran mock up ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bentuk monorel yang nantinya akan dibangun di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek milik Jasa Marga ini.

Manajemen PT Angkasa Pura II membenarkan jika saat ini perseroan tengah menjajaki kerja sama dengan PT Adhi Karya Tbk dan PT Industri Kereta Api (Inka) untuk membuat monorel. Moda transportasi massal itu akan melayani angkutan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Produk kelas dunia. Modern dan futuristik. Made in Indonesia.

Direktur Utama AP II, Tri Sunoko, di sela peresmian replika monorel di Madiun, Senin 6 Mei 2013, mengatakan, monorel itu nantinya dapat dimanfaatkan oleh penumpang dan pegawai di sekitar bandara. Dalam pengoperasian monorel itu, Angkasa Pura II tidak memungut biaya sepeser pun. (VIVAnews)
Interior di dalam kokpit Monorail. Tampak layar display dan sistem kendali yang digitilized.
Dapat uang melalui internet

Saturday, March 23, 2013

BUMN Ini Siap Bikin Monorel Jabodetabek Khas Betawi


BUMN Ini Siap Bikin Monorel Jabodetabek Khas Betawi

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Kamis, 21/02/2013 13:22 WIB



Jakarta - PT Industri Kereta Api (INKA) siap memproduksi kereta dengan ciri khas Betawi untuk proyek monorel Jabodetabek yang akan dibangun konsorsium BUMN pimpinan PT Adhi Karya Tbk. 

Monorel buatan INKA ini 80% dibuat dengan konten komponen lokal, dan sisanya yaitu 20% berupa komponen mesin penggerak, masih harus diimpor

"Tampilannya bisa khas Jakarta," tutur Direktur Utama INKA Agus H. Purnomo kepada detikFinance, Kamis (21/2/2013).

INKA merupakan anggota konsorsium monorel Jabodetabek dan bermarkas di Madiun ini. Dalam waktu dekat siap melahirkan prototipe kereta untuk proyek monorel Jabodetabek tahap I yakni rute Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang, dan Cawang-Kuningan sepanjang sepanjang 39,036 km. 

Agus menuturkan, secara desain dan teknik, INKA tak kesulitan memproduksi monorel karena konsep pembuatan monorel lebih mudah dari kereta api atau KRL. Ia pun menjamin keandalan monorel buatannya.

"Monorel keunggulannya basic-nya kereta api jadi kita desainnya monorel dengan basik kereta. Konsepnya kereta api sehingga kualitasnya terjamin," tambahnya.



(feb/dnl) 

PT INKA Gandeng Bombardier Swedia Bangun KRL Canggih Bandara Soetta


Kereta Bombardier
Jakarta - PT Industri Kereta Api (INKA) Persero, saat ini sedang mengikuti proses tender pengembangan KRL Commuter khusus rute Bandara Soekarno Hatta-Sudirman Baru. Untuk rencana pengembangan KRL khusus tersebut, BUMN kereta yang bermarkas di Madiun Jawa Timur ini, menggadeng produsen kereta kelas dunia adal Kanada, Bombardier. 

"Bandara Soekarno-Hatta, kita ikut tender. Itu akan dibuat sekelas eksekutif. Keunggulan yang ditawarkan disyaratkan disitu harus dijamin perusahaan kelas dunia. INKA sudah kerjasama dengan Bombardier di Swedia," tutur Direktur Utama INKA Agus H Purnomo kepada detikFinance, Jumat (22/2/2013).

Nantinya, INKA akan menawarkan 10 rangkaian kereta penumpang dari atau menuju Bandara Soetta ini. Adapun nilai proyek kereta ini disiapkan sekitar Rp 800 miliar. 

"10 rangkaian yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp 800 miliar," tambahnya.

Bombardier merupakan perusahaan pembuat pesawat terbang yang bermarkas di Kanada. Namun, Bombardier mengembangkan transportasi terutama kereta api yang bermarkas di Swedia sejak tahun 1981. Garuda Indonesia sendiri baru saja membeli pesawat Bombardier CRJ 1000 Next Gen.



(feb/dru) 

Dahlan Iskan: KRL Jabodetabek Wajib Pakai Buatan Madiun Mulai 2016


Dahlan Iskan: KRL Jabodetabek Wajib Pakai Buatan Madiun Mulai 2016

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Jumat, 22/02/2013 15:52 WIB



Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) wajib membeli kereta listrik (KRL) buatan dalam negeri tiga tahun kedepan. Armada kereta buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero yang diproduksi di Madiun Jawa Timur ini, siap menggantikan pengadaan KRL bekas dari Jepang. 

Hal ini diungkapkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (22/2/2013).

"Dalam 3 tahun ke depan KAI tidak pakai kereta bekas. Sekarang kalau dipaksa beli kereta baru itu bisa dapet sedikit. Tapi nggak boleh seterusnya. Kalau beli baru itu beli di INKA," tutur Dahlan.

Selama KAI masih membeli KRL bekas, INKA diminta Dahlan untuk serius memperbaiki dan meningkatkan kualitas KRL-nya dengan menggandeng perusahaan produsen kereta kelas dunia seperti Bombardier dan General Electric (GE). Hal ini bisa sejalan juga dengan membaiknya keuangan KAI sehingga 3 tahun ke depan, KAI bisa melakukan pengadaan armada baru dengan membeli KRL asal Madiun.

"Selama masih beli di Jepang, INKA bisa belajar untuk memenuhi keinginan kualitas KAI," tambahnya.

Selain itu, Dahlan juga meminta INKA fokus menjadi produsen pembuat kereta asal Indonesia yang berkualitas internasional. Hal ini dilakukan karena kebutuhan terhadap produk kereta seperti KRL terus tumbuh dan masih sangat tinggi khususnya yang datang dari dalam negeri.

"Karena kan kereta atau KRL kan pasarnya besar. Kalau kualitas bagus kan bisa ekspor jadi jangan diganggu dengan industri lain yang nggak ada pesannya (mobil dan kos)," cetusnya.




(feb/dru) 

Hebat, BUMN Bisa Ciptakan Kereta Tambang Super canggih Tanpa Masinis


Hebat, BUMN Bisa Ciptakan Kereta Tambang Super canggih Tanpa Masinis

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Kamis, 21/02/2013 16:17 WIB



Jakarta - PT Industri Kereta Api (INKA) siap meluncurkan produk kereta terbaru super canggih untuk keperluan angkutan tambang di seluruh Indonesia. BUMN produsen kereta ini menawarkan solusi angkutan tambang yang selama ini hanya bisa diangkut oleh truk-truk besar.

Nantinya, kereta api tanpa lokomotif ini bisa dikendalikan dari ruang pengendali jarak jauh. Selain itu kereta ini bisa mengangkut produk-produk tambang dalam jumlah besar dari pedalaman tanpa harus ada seorang masinis.

"Dikendalikan dari jarak jauh seperti roller coster di control room," tutur Direktur Utama INKA Agus H Purnomo kepada detikFinance, Kamis (21/2/2013).

Angkutan tambang moderen yang pertama ada di Indonesia tersebut, saat ini sedang dikembangkan oleh INKA. Nantinya, pengembangan kereta dengan penggerak listrik ini jauh lebih mudah dan murah, ketimbang investasi pengembangan infrastruktur kereta saat ini.

"Jalan kereta api ringan ini nggak seperti jalur kereta saat ini. Jauh sekali lebih mudah. Nantinya di bangun disebelahnya jalan pertambangan," tambahnya.

Salah satu keunggulan kereta yang dirancang di Madiun Jawa Timur ini yakni, 90% komponennya dibuat dan dirancang di Indonesia. Selain itu, kereta pertambangan penggerak listrik ini biasa dan umum dipergunakan pada pertambangan besar di luar negeri.

"Kontennya 80%-90% lokal. Penggeraknya nggak pakai lokomotif tapi pakai listrik," cetusnya.



(feb/dnl) 

BUMN Ikut Tender Pengadaan Kereta di Filipina


BUMN Ikut Tender Pengadaan Kereta di Filipina

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Sabtu, 02/03/2013 13:51 WIB




Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pembuat kereta asal Indonesia, PT Industri Kereta Api (INKA) ikut tender internasional pengadaan KRL di Filipina. INKA menggadeng produsen kereta kelas dunia asal Jerman, Bombardier untuk pengadaan 96 unit gerbong KRL.

"Kita ikut tender KRL di Manila (Filipina). Inka di Manila gandeng dengan konsorsium Bombardier," tutur Direktur Komersial INKA, Hendy Indratno Adji kepada detikFinance, Sabtu (2/3/2013)

Desain KRL yang ditawarkan untuk KRL di Filipina sedikit berbeda dengan KRL yang ada dan dibuat untuk kebutuhan di Indonesia, yakni ukuran gerbong lebih kecil. KRL yang akan dirakit dan diproduksi di Indonesia ini, menurutnya diharapkan bisa menjadi pemenang di Filipina. 

Namun sayang, Hendy tidak menyebut nilai tender pengadaan KRL di negara tetangga Indonesia itu. "Berapa yang secara pasti, tunggu tanggal 7 Maret," tambahnya.



(feb/ang) 

Thursday, February 14, 2013

PT.INKA Kirim Kereta Pesanan Malaysia

Kereta api buatan PT INKA dikapalkan ke Malaysia
PT.INKA Mengirim Kereta ke Malaysia
Pada Tanggal 12 Juli 2012 PT.INKA telah mengirim 8 unit kereta penumpang ke Malaysia terdiri dari 6 unit Air Conditioned Second Class ( ASC ) dan 2 unit Power Generating Car ( PGC). Pengiriman yang dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini merupakan bagian dari pesanan 16 Unit kereta penumpang dari Keretapi Tanah Malayu Berhad ( KTMB ) Malaysia yaitu 12 unit ASC, 2 Unit PGC dan 2 unit Air Conditioned Buffet Car ( ABC ). Semua kereta pesanan KTMB ini dirancang untuk beroperasi pada kecepatan maksimum 120 Km/jam serta dilengkapi dengan pendingin udara.
Pesanan ini merupakan pesanan kedua dari KTMB, dimana pada tahun 2002 KTMB telah memesan 2 unit PGC ke PT.INKA. Hal ini menunjukkan bahwa produk PT.INKA memenuhi standar kualitas internasional dan mampu untuk bersaing di persaingan pasar global. Kepercayaan dari customer luar negeri inilah yang harus dapat dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan pangsa pasar di luar negeri dengan terus meningkatkan kualitas produk.