Showing posts with label Senegal. Show all posts
Showing posts with label Senegal. Show all posts

Monday, July 1, 2013

Wamenhan promosikan industri pertahanan ke Afrika

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) bersama Menristek Gusti Muhammad Hatta mengamati produk pertahanan saat pameran industri pertahanan bertajuk "Indo Defence, Indo Aerospace and Indo Marine 2012 Expo and Forum" ke-5 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. (FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A)

Dubai -Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan safari promosi industri pertahanan ke sejumlah negara di Afrika seperti Uganda, Kenya dan Senegal.

Sjafrie bertolak ke Afika dari Bandara Soekarno- Hatta Jakarta, Senin dan transit di Dubai, Senin pagi. Wamenhan antara lain didampingi Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen TNI Sonny ES Prasetyo dan Direktur Produk Manufaktur PT Pindad Tri Hardjono.

Menurut Sjafrie, lawatannya atau blusukanya ke Afrika untuk kerja sama pertahanan antarpemerintah yang nantiya ditindaklanjuti dari bisnis ke bisnis.

"Kita harus proaktif mencari pasar termasuk ke Afrika. Kunjungan ini merupakan upaya untuk mempromosikan produk industri pertahanan nasional," katanya.

Dipilihnya Uganda karena hubungan dekat Sjafrie dengan Menteri Pertahanan Uganda Kiyonga Crispus.

"Sewaktu saya berkunjung ke Afrika sebelumnya saya ketemu Menhan Crispus yang punya ketertarikan dengan produk pertahanan kita," katanya.

Dari minat tersebut, Sjafrie kemudian membawa pejabat dari PT Pindad dan juga PT Dirgantara Indonesia untuk menindaklanjuti pada kunjungan kali ini.

Yang dipromosikan Sjafrie ke Uganda, Kenya dan Senegal berupa peralatan tempur dan nontempur, misalnya saja rompi dan helm prajurit yang sudah mendapat standardisasi PBB.

Begitu juga senjata produk PT Pindad yang terkenal handal dan akurat. "Prajurit kita sering memenangi lomba menembak. Artinya senjata buatan nasional bisa diandalkan," katanya. (Antara).

Sunday, May 19, 2013

DPR: Senegal Tertarik Pesawat CN-235



Pemerintah Senegal berminat membeli dua pesawat CN-235 versi 220 produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Pesawat itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan VIP dan transportasi udara.

"Hal itu ditegaskan Menteri Angkatan Bersenjata Senegal Augustine Tine saat bertemu delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) antara DPR dan Parlemen Senegal di Kantor Kementerian Angkatan Bersenjata Senegal," kata Pimpinan Delegasi DPR Tantowi Yahya, Sabtu (18/5) malam.
Pemerintah Senegal juga ingin memulai kerja sama di bidang pertahanan. Yelalui pelatihan bagi perwira militer dan polisi. Selain juga upaya penguatan kerja sama di bidang politik terkait pemilu dan peran parlemen.

Pertemuan tersebut juga membahas mengenai rencana pembukaan kantor perwakilan pemerintah Senegal di Indonesia. Ini sebagai bentuk penguatan kerja sama setelah KBRI dibuka di Dakar pada 1982.

Kedua negara juga sedang melakukan proses finalisasi naskah nota kesepahaman mengenai Pembentukan Komisi Bersama. Ini dalam rangka mewujudkan hubungan bilateral saling menguntungkan.

Delegasi DPR melakukan kunjungan kerja ke Senegal selama tiga hari, 14--17 Mei. Kunker ini diikuti oleh lima anggota dari fraksi Demokrat, Golkar dan PDI Perjuangan. (Republika)

Dapat uang melalui internet