Showing posts with label MBT Leopard. Show all posts
Showing posts with label MBT Leopard. Show all posts

Tuesday, May 14, 2013

Era Kebangkitan Industri Pertahanan RI


Armada kapal tempur TNI AL sedang menembakkan rudal dalam suatu latihan. Kapal tempur di atas semuanya buatan  industri dalam negeri.

Oleh Sjafrie Sjamsoeddin

Wakil Menteri pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Memiliki pertahanan yang tangguh adalah sebuah kebutuhan mendasar bagi setiap bangsa.

Kemampuan pertahanan tidak saja penting dalam menjaga keselamatan bangsa, tetapi juga simbol kekuatan serta sarana untuk menggapai cita-cita, tujuan, ataupun kepentingan nasional.

Efektivitas pertahanan negara turut ditentukan juga oleh kemampuan industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) secara mandiri. Oleh sebab itu, industri pertahanan perlu dibangun melalui revitalisasi industri pertahanan.

Setelah Presiden SBY memberikan arahan revitalisasi industri pertahanan di Kementerian Pertahanan tahun 2004, sejak saat itu mesin dari semua pemangku kepentingan segera bekerja. Kementerian Pertahanan sebagai pembuat regulasi dan kebijaksanaan pembinaan industri pertahanan, TNI sebagai pengguna, dan industri pertahanan sebagai produsen dalam negeri menyatu dalam target merevitalisasi industri pertahanan untuk membangkitkan kekuatan industri pertahanan dalam negeri.

Berbagai langkah, strategi, dan regulasi segera diambil. Pemerintah yang diperankan oleh Bappenas, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pertahanan bersama TNI dan Polri serta instansi pemerintah lain sebagai pengguna, segera menerjemahkannya.

Presiden pada 2010 telah membentuk suatu badan kebijakan nasional industri pertahanan yang disebut Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Tugas yang diemban oleh KKIP adalah mengembangkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, baik alutsista maupun non-alutsista.

Sejak saat itu Indonesia sebenarnya telah memiliki visi, misi, dan strategi dasar pembangunan industri pertahanan. Apalagi pemerintah dan DPR pada 2012 menetapkan Undang-Undang Nomor 16 tentang Industri Pertahanan Negara sebagai legalisasi dan legitimasi menghidupkan dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Industri pertahanan

Suatu negara yang kuat akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan industri teknologi pertahanan yang mandiri. Filosofi ini penting untuk mendukung misi negara menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah.

Presiden melihat kebangkitan industri pertahanan dalam negeri dan untuk semakin mendorong tumbuhnya industri pertahanan dalam negeri, presiden bahkan menggariskan beberapa kebijakan teknis.

Pertama mewajibkan pengguna dalam negeri memakai produksi dalam negeri untuk alutsista dan non-alutsista. TNI dan Polri serta instansi pemerintah lainnya diwajibkan memakai produksi dalam negeri manakala kebutuhan tersebut dapat diproduksi oleh kita sendiri.

Kedua, manakala harus membeli dari luar negeri, maka persyaratannya adalah produksi dalam negeri belum mampu memenuhi spesifikasi teknis dan kebutuhan operasional dari pengguna yang perlu teknologi tinggi. Namun, pembelian dari luar negeri harus ditambah persyaratan transfer teknologi dan ofset dari negara pemasok kepada industri pertahanan dalam negeri.

Ketiga, pembelian dari luar negeri tidak boleh mendikte secara politik terhadap negara dalam membeli peralatan militer.

Sebagai pembina industri pertahanan, Kemhan berkepentingan memberikan peluang kepada industri pertahanan dalam negeri untuk memasok kebutuhan. Bahkan, Kemhan mendorong industri pertahanan dalam negeri untuk bisa ekspor produk mereka ke luar negeri.

Kemampuan industri dalam negeri kita sekarang ini sudah pada tingkat teknologi menengah. Artinya, industri pertahanan kita sudah dapat membuat dan sudah digunakan oleh TNI.

Sebagai contoh, alutsista darat buatan PT Pindad mulai dari pistol dan senjata serbu sampai mortir serta kendaraan tempur roda ban (panser Anoa) sudah mendukung kebutuhan TNI AD. Bahkan, produk PT Pindad itu sekarang sudah berstandardisasi PBB, demikian juga kendaraan taktis pengintainya.

Saat ini sedang berlangsung pembaruan kendaraan tempur roda rantai (tank AMX-13) yang merupakan awal membangun tank ringan. Setelah itu diharapkan kita bisa membuat sendiri tank ringan sampai berat.

Saat membeli tank berat (MBT Leopard) dari Jerman, dalam paket kontrak ada klausul transfer teknologi. Pihak Jerman menyetujui dalam pemeliharaan pascajual, artinya kita akan mendapat kesempatan melakukan didampingi pihak produsen.

Untuk alutsista udara, PT Dirgantara Indonesia kini sedang mengembangkan kerja sama produksi dengan Airbus Military untuk membangun pesawat angkut sedang CN 295. Kita sangat berkepentingan untuk meningkatkan kemampuan memproduksi pesawat angkut ringan, seperti C-212, CN 235, dan CN 295, yang bermuatan 50 penerjun.

Hal yang sama kita lakukan dalam pembuatan helikopter serbu Bell-412 dan heli Cougar 725. PT Dirgantara Indonesia diharapkan bisa memenuhi sebagian kebutuhan dari TNI dan cocok untuk operasi kemanusiaan.

Di sisi alutsista laut, kita bahkan memiliki beberapa industri pertahanan dalam negeri yang bisa diandalkan. PT PAL diandalkan untuk pembuatan kapal perang skala besar, seperti class korvet dan kapal selam. PT PAL juga didorong untuk membuat kapal perang untuk tanker.

Kita juga memiliki badan usaha milik negara yang lain, yaitu PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. BUMN ini kita beri porsi untuk membangun Landing Ship Tank atau kapal pengangkut tank ringan dan sedang.

Industri pertahanan swasta juga sudah memberikan kontribusi besar untuk kapal patroli cepat ukuran 60 meter ke bawah, seperti Palindo, Lundin, Anugrah. Bila berkualitas, peluang yang sama juga diberikan kepada beberapa galangan swasta lain di dalam negeri. Alokasi anggaran kepada industri pertahanan cukup besar dalam rencana strategis 2010– 2014, minimal Rp 5,4 triliun.

Peluang ini sekaligus menjadi tantangan bagi industri pertahanan dalam negeri untuk meningkatkan kualitas manajemen agar mampu memenuhi persyaratan kualitas, waktu distribusi, dan harga yang bersaing. Tanpa ada profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan dan keuangan, semua peluang yang ada ini tidak akan bisa termanfaatkan bahkan terlewat tanpa makna.

Saat ini industri pertahanan PT PAL bahkan perlu untuk merekrut tenaga terampil umur 18–20 tahun agar mereka siap digunakan dalam pembangunan kapal selam, yang diharapkan bisa kita lakukan tahun 2020.

Hal kritis dalam pembangunan industri pertahanan dalam negeri adalah pengawakan manajemen yang unggul dan kemampuan untuk mengeliminasi parasit dalam manajemen industri pertahanan dan meniadakan peran ”broker” yang berdampak pada penggelembungan biaya.

Manajemen industri pertahanan jangan pernah memberikan peluang distorsi internal dan eksternal yang hanya menimbulkan kerusakan manajemen. Aturan yang mengharuskan kita membeli langsung ke pabrikan dan menjual langsung kepada pembeli adalah cara paling tepat untuk efisiensi dan manfaat.

Bila kita mau, Indonesia pasti sanggup menjadi kekuatan regional yang didukung oleh kemampuan industri teknologi pertahanan dalam negeri.

Sjafrie Sjamsoeddin Wakil Menteri Pertahanan RI; Sekretaris Komite Kebijakan Industri Pertahanan (Kompas)

Dapat uang melalui internet

Saturday, May 11, 2013

Pindad Siap Luncurkan Tank Pertama Buatan RI


Tank Marder 1A3 TNI AD yang dibeli dari Rheinmettal Jerman beberapa waktu lalu.
Bandung - PT Pindad (Persero) akan meluncurkan kendaraan tempur roda rantai atau tank. Tank yang rencananya akan dirilis merupakan tank tempur tipe ringan atau light dan medium versi Indonesia.

Hal disampaikan Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

“Kalau light tank kita sudah punya prototype awal. Kalau medium kita masih tahapan konsep desain atau mematangkan desainnya seperti apa sih,” tutur Hery.

Untuk konsep tank versi light, Pindad mengadopsi teknologi dan desain tank jenis Scorpion buatan Inggris. Nantinya, tank ini, akan dikendalikan oleh tiga orang yakni bertindak sebagai commander, gunner dan driver.

“Kalau light tank itu skala scorpion, kalau medium itu skala dengan marder. Ke sana kita akan kembangkan. Kalau kelas heavy seperti leopard sepertinya kita belum. Itu terlalu berat. Kita lebih cocok di medium tapi persenjentaan kita bisa pakai misil anti tank atau pakai 105 kaliber besar,” tambahnya.
Tank ringan Scorpions milik TNI AD
Meskipun akan mengembangkan 2 tipe tank yakni tipe light dan medium. Kemampuan senjata, tetap bisa ditingkatkan atau mengadopsi kemampuan heavy tank seperti Leopard.

“Teknologi sudah berkembang, tank medium pun mampu membawa senjata dengan kaliber besar,” sebutnya.

Untuk komponen, Hery mengakui, pihaknya di Pindad tetap memprioritaskan komponen lokal. Namun, saat komponen tersebut tidak dijual atau dikembangkan di dalam negeri, pihaknya baru membeli dari luar negeri.

“Tapi secara realistis, kita masih terbatas untuk power pack, engine, transmisi, dan cooling. Kita belum ada yang supply. Kalau senjata kaliber besar, kita masih impor karena di dalam negeri belum ada. Tapi kita usahakan, setiap kegiatan development setiap. Kalau terpaksa dengan luar negeri, kita harus ada TOT (transfer of technology), apa yang bisa kita ambil dari sana. Minimal kita tahu, konsep desain dan kalkulasinya seperti apa,” tegasnya. (DetikFinance)

Dapat uang melalui internet

Thursday, May 9, 2013

Germany approves tank sale to Indonesia


BERLIN - The German government has approved the sale to Indonesia of about 100 Leopard 2 tanks and 50 armoured personnel carriers but has put off a decision on a tank sale to Saudi Arabia, a defence source said on Friday.
Germany's national security council, which includes Chancellor Angela Merkel and some cabinet ministers, must approve large arms sales and the government never comments on its decisions.
Indonesia, southeast Asia's largest economy, had previously indicated it would buy 130 Leopard tanks from Germany's Rheinmetall AG as part of a US$15 billion (S$18.5b) five-year campaign to modernise its military.
The German source did not say how much the deal was worth but Indonesia said last year the value of the initial agreement to buy 130 tanks was US$280 million.
Indonesia, which has economic growth of above 6 per cent, is wary of being left behind as China, Vietnam, Thailand and other Asian nations ramp up defence spending. This year it announced plans to buy more than a dozen Russian Sukhoi fighter jets as well as domestically made, missile-equipped patrol ships. (AsiaOne)
Dapat uang melalui internet

Jerman Setuju Jual 164 Tank Untuk Indonesia


Berlin - Jerman setuju menjual 164 tank bekas kepada Indonesia, kata pemerintah negara tersebut pada Rabu, sesudah parlemen Belanda pada tahun lalu menolak permintaan serupa dengan alasan masalah hak asasi manusia.

Pemerintah Kanselir Angela Merkel memberi lampu hijau kepada pembuat senjata berpusat di Dusseldorf, Rheinmetall AG, untuk menjual tank itu kepada Jakarta, kata wanita juru bicara kementerian ekonomi.

Ia menyatakan harga keseluruhan sekitar 3,3 juta euro (lebih kurang 43 miliar rupiah), dengan menunjukkan bahwa lebih dari 100 tank tempur Leopard 2 dan kendaraan lain itu adalah bekas pakai.

Dewan keamanan negara Merkel memutuskan izin ekspor senjata itu dalam pertemuan tertutup dan biasanya tetap tutup mulut hingga rinciannya disiarkan dalam laporan tahunan ekspor sarana pertahanan.

Tapi, pemerintah dipaksa melepaskan keterangan tentang kesepakatan itu setelah permintaan resmi anggota parlemen partai Hijau Katja Keul, yang menerbitkan tanggapan di lamannya.

Pengiriman itu termasuk 104 tank Leopard 2 dan 50 kendaraan tempur infanteri Marder 1A2 serta amunisi. Di antara 10 tank lain adalah kendaraan untuk medan pegunungan, pemasang jembatan dan penggusur tanah lapis baja.

Indonesia, perekonomian terbesar Asia Tenggara, pertama kali meminta tank itu pada 2012 dalam kunjungan Merkel, dengan berjanji tidak menggunakannya terhadap rakyatnya.

Partai lawan di bekas penjajah Indonesia, Belanda, menghentikan usul kesepakatan atas tank dengan negara itu.

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, pada Rabu membela ekspor itu dan menyebut Indonesia mitra penting, yang sebelumnya menerima sarana pertahanan Jerman.

"Indonesia, dalam pandangan pemerintah Jerman, sejak 1998 mengalami perubahan politik mendalam menuju sistem politik demokratis," katanya, "Upaya perubahan pemerintah Indonesia berlangsung terus."

Ia mengingatkan bahwa Merkel, dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Berlin, memuji negara kepulauan itu sebagai teladan untuk keragaman agama.

Pemerintah Merkel meningkatkan penjualan senjata ke negara dianggap mitra strategis dan baru-baru ini menyetujui pengiriman bermasalah senjata ke Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab, demikian AFP. (Antara news)

Dapat uang melalui internet

Saturday, December 29, 2012

Prototipe Sudah Jadi

PT Pindad Produksi Tank Tempur Medium 2014

Headline
Main Battle Tank Leopard TNI AD yang dibeli dari Jerman 153 Unit beberapa waktu yang lalu. MBT ini adalah jenis tank berat dengan bobot 63 ton. Bandingkan dengan Tank Scorpion milik TNI AD buatan Inggris yang hanya 8 Ton atau Tank Amfibi BMF-3F milik TNI AL buatan Rusia seberat 18,7 Ton. PT Pindad  akan membuat sendiri Tank Medium seberat 20-30 Ton. Tank kelas medium ini akan melengkapi jenis tank ringan  dan tank berat serta beberapa jenis Tank lain seperti Tank Amfibi yang sudah ada sebelumnya. 
VIVAnews - PT Pindad (Persero) telah memproduksi tiga jenis peralatan dan perlengkapan perang, yakni senjata, amunisi, dan kendaraan khusus. Untuk kendaraan khusus ini, PT Pindad akan memulai tahapan memproduksi tank medium.

Tank medium dengan bobot sekitar 20 ton itu ditargetkan pada 2014 sudah jadi bentuk dasarnya. Ia menjadi salah satu target pengembangan produksi PT Pindad.

"Ini merupakan produk baru bagi Pindad. Setelah prototype jadi, kami mulai produksi," kata Kepala Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Iwan Kusdiana, di Bandung, Jawa Barat, Selasa 16 Oktober 2012.

Iwan menuturkan pengembangan dilakukan tanpa ada proses kerjasama maupun ahli teknologi atau transfer of technology(ToT) dengan perusahaan tank dari luar negeri. Menurutnya, ini murni pengembangan PT Pindad sendiri.


Tank ringan Scorpion TNI AD.


Sebentar Lagi, Indonesia Kebanjiran Tank Leopard   
MBT Leopard 4A2 Revolution terlihat gagah. Teknisi memeriksa Main Battle Tank (MBT) Leopard yang akan di beli oleh pemerintah Indonesia dari Jerman saat persiapan Indo Defence Expo dan Forum 2012 di Kemayoran, Jakarta, (06/11). TEMPO/Dasril Roszandi.
Leopard handal dalam medan apapun. Ada 100 buah jenis Revolution 4A2 seberat 63 Ton dan 50 buah Jenis Marder  seberat 33 Ton serta 2 buah Tank Pendukung akan memperkuat Angkatan Bersenjata Indonesia. Meski tidak akan meniru, namun Tank ini boleh jadi menjadi inspirasi PT PINDAD untuk membuat Tank Medium tahun depan. 


Marder 1A5
Marder 1A5 yang dipensiunkan
Hasil Retrofit Marder Jerman yang Pensiun
Hasil retrofit Marder Jerman yang pensiun. Mesin diganti dengan daya lebih besar, sitem kendali diganti dengan digitalized, dan persenjataan dimutakhirkan serta diperbesar kemampuanya.



APC Marder (Upgrade)
APC Tank Marder (Upgrade)
Marder Retrofit Canon 105mm
Marder Retrofit Canon 105 mm

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang memborong tank medium Marder dari Jerman, sejauh ini juga belum jelas mengenai alih teknologinya. Bahkan, dalam pengembangan tank, Pindad juga tidak akan meniru tank ini.

Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Hery Mochtady menambahkan, tank yang sedang dikembangkan Pindad akan mengacu pada kebutuhan dan permintaan TNI.

"Kami tidak meniru dari mana-mana. Kami desain menyesuaikan dengan requirement(kebutuhan) kavaleri TNI," ucap dia.

Sejauh ini tahapan yang dilalui sudah sampai pada pembuatan desain, yang dirancang dengan melibatkan Kavaleri TNI AD.

Sejauh ini proses alih teknologi hanya menyangkut panser Cannon 90 mm yang dibeli pemerintah sebanyak 22 unit. Dari jumlah itu, 11 di antaranya dirakit oleh PT Pindad.

Soal Marder, Pindad belum mengetahui seperti apa mekanisme pengadaannya, termasuk keterlibatan Pindad untuk proses alih teknologinya. "Itu kan satu paket dengan Leopard. Kami belum tahu perjanjiannya seperti apa," ucapnya.

Tank Amfibi Plavayushchiy Tank-76 (PT-76) milik TNI AL buatan Rusia.

Seorang Marinir TNI AL tengah beroperasi dengan Tank PT-76













Indonesia memiliki berbagai jenis Tank Amfibi termasuk 37 buah Tank BMP-3F yang dibeli tahun 2010 lalu dari Rusia. 

Prototipe Itu sudah cocok

Komisi I DPR sudah melihat prototipe tank tipe medium yang dipesan Presiden SBY kepada PT Pindad. Tank tipe medium buatan PT Pindad tersebut dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan penguatan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dibutuhkan TNI.

"Prototipe tank sudah jadi dan sudah jalan. Sudah dikunjungi oleh Komisi I. Hasilnya cocok, kenapa tidak dikembangkan. Produk anak bangsa murah dan cocok. Tinggal sekarang bilang Oke, buat yang banyak," papar Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Oleh karena itu, pensiunan mayor jenderal TNI ini mendesak agar rencana pembelian 100 unit tank Leoprad bekas dari Belanda dibatalkan.

Sejumlah personel Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Marinir Korea Selatanberada di dekat kendaraan tempur tank amfibi yang dihibahkan Pemerintah Korsel kepada Pemerintah Indonesia setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (7/12). Pemerintah Korsel menghibahkan tank amfibi LVT-7A1 sebanyak 10 unit bersama suku cadangnya. (photo : Antara)


Politikus PDIP ini menambahkan, Presiden SBY menginginkan agar tank yang diproduksi Pindad beroreantasi pada perang modern. Selain itu, keperluan alutsista tidak semata untuk perang tapi perdamaian dan bencana alam.

"Kebutuhan alutista darat, laut, udara harus terintegrasi jangan rekanan oriented tapi users oriented, itu petunjuk Presiden SBY," jelasnya.

Komisi I akan menanyakan hal ini ke Panglima TNI. Apalagi, TNI sudah mengundang Komisi I untuk mengunjungi Belanda dan melihat tank-tank tersebut. "Harusnya mereka menjelaskan. Harusnya mereka minta waktu. Tapi minggu depan kita akan bicara dengan panglima TNI," katanya. 

Pindad akan melakukan pemotongan pertama baja tank medium beberapa bulan lagi. Semoga saja disainnya merujuk ke IFV Marder Jerman, sehingga terwujud apa yang dikatakan, hull menyerupai Merkava dan turet mengikuti Abrams. Tank itu pasti laris manis di Asean dan membanggakan.

[mah]
Dapat uang melalui internet