Showing posts with label pertahanan. Show all posts
Showing posts with label pertahanan. Show all posts

Saturday, July 27, 2013

Pertumbuhan ekonomi Indonesia perkuat militer



Indonesia memiliki keinginan besar untuk memperkuat basis militernya, bahkan Presiden SBY pernah mengatakan keinginan agar kekuatan militer di tanah air bisa lebih besar dari negara-negara tetangga. Lantas apa maksud dari terus ditambahnya jumlah sarana militer?
Rencana pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan pertahanan dengan memperkuat militer melalui penambahan alat utama sistem senjata, dianggap sebagai konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
Demikian diungkapkan Andi Wijayanto, pengamat militer dari Universitas Indonesia.
"Jadi pembangunan militernya tidak mengabaikan kesejahteraan rakyat, justru konsisten dengan tujuan untuk menjadi salah satu negara terkuat di masa mendatang," tambah Andi.
Andi juga berpendapat bahwa target dari militer di Indonesia itu supaya bisa lebih kuat tidak hanya dari Australia, tapi juga Asia Tenggara.
Andi juga mengatakan bahwa Indonesia tetap memiliki prinsip "zero enemy, thousand friends", atau tidak memiliki musuh, melainkan banyak teman dari negara-negara lain di dunia.
"Dari sisi ekonomi liberal, ini diwujudkan dengan melakukan perdagangan bebas. Dari sisi kekuatan politik dan militer, ini hanya bisa diwujudkan kalau Indonesia mampu menunjukkan kepada negara-negara di kawasan bahwa kita memiliki kekuatan penangkal yang memadai."
"Kalau ingin membuat semua negara menjadi teman kita, kalau ingin menjamin tidak ada musuh di sekeliling kita, jadilah yang terkuat."
Sementara itu, mengenai pembelian alat utama sistem senjata, atau alutista, Andi menjelaskan bahwa sudah ada undang-undang (UU) soal industri pertahanan, yang disahkan sejak tahun 2012 lalu.
"Dalam UU itu diharuskan semua pembelian senjata melalui government to government (G to G), atau pemerintah ke pemerintah, sehingga tidak memungkinkan lagi keberadaan broker lagi."
Selain itu, juga dalam UU tersebut telah diatur adanya transfer teknologi saat membeli alutista, agar teknologi bisa dikembangkan di dalam negeri. (Sumber : RadioAustralia)
Simak wawancaranya melalui audio yang telah disediakan
.

Wednesday, July 10, 2013

Indonesia-China perluas kerja sama pertahanan



Indonesia China Perluas Kerjasama Pertahanan

Beijing - Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat memperluas kerja sama pertahanan untuk meningkatkan profesionalisme angkatan bersenjata kedua negara, hubungan lebih baik kedua pihak serta guna mendukung stabilitas keamanan kawasan khususnya di Asia.

Demikian pokok bahasan dalam Forum ke-5 Konsultasi Pertahanan Indonesia-China di Beijing, Kamis. Dalam forum itu, delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sedangkan delegasi China dipimpin Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata China Letnan Jenderal Qi Jian Guo.

Dalam dokumen resmi yang diterima ANTARA di Beijing, dalam pertemuan tertutup itu dibahas berbagai kerja sama pertahanan yang telah dijalin dan akan dilakukan di masa depan oleh kedua negara.

Sejak Forum Konsultasi Pertahanan Indonesia-China dibentuk pada 2007 berbagai kerja sama telah dilakukan kedua negara seperti pendidikan perwira, latihan bersama pasukan khusus kedua negara, pelatihan pilot pesawat tempur Sukhoi TNI-Angkatan Udara, kerja sama industri pertahanan dan pembelian sejumlah alat utama sistem senjata.

Untuk bidang pendidikan dan pertukaran perwira, sejak 1967 sudah 107 personel militer Indonesia yang belajar di China. Saat ini tercatat 12 orang perwira militer Indonesia yang belajar di China, demikian dikutip dari dokumen itu.

Sedangkan China hingga kini telah mengirimkan delapan orang perwira militernya.

Untuk latihan bersama, Indonesia dan China telah dua kali menggelar latihan bersama antara Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (People`s Liberation Army/PLA) dengan sandi "Sharp Knife". 

Kerja sama antarpasukan khusus dalam penanggulangan terorisme, akan terus ditingkatkan dan diperluas. Kedepan mungkin dapat dilakukan latihan bersama untuk menghadapi ancaman non tradisional seperti penanggulangan bencana alam, demikian sperti dikutip dalam dokumen itu.

Sedangkan dalam bidang industri pertahanan kedua negara telah sepakat untuk memproduksi bersama rudal C-705. Hingga kini Indonesia dan China masih membahas proses pelaksanaan alih teknologi dalam pembuatan rudal C-705.

Selain C-705 Indonesia dan China akan membahas lebih lanjut alih teknologi pesawat tanpa awak, serta sistem pertahanan elektronik

Forum ke-5 Konsultasi pertahanan Indonesia-China, yang berlangsung hingga Kamis petang juga dibahas berbagai perkembangan situasi keamanan regional khususnya di Asia Pasifik, termasuk isu di Laut China Timur dan Laut China Selatan.  (AntaraNews).

Wednesday, May 29, 2013

Pengamat : RI Bakal Kuat Secara Militer!

Kapal Selam TNI AL Cakra 401

Sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk bagi pemenuhan kebutuhan pertahanan na­­­si­onal, terutama pengadaan alat utama sis­tem persenjataan (alutsista). Saat ini saja Indonesia sudah mampu membuat sena­pan laras panjang canggih, panser, kapal patroli dan roket. Dengan dukungan besar dari pemerintah, Indonesia akan mam­­­pu membuat pesawat tempur hebat dan kapal perang mutakhir.

Bahkan beberapa pakar pertahanan dan teknologi, di antaranya, Direktur Pusat Pe­­­nelitian Sains dan Teknologi Universitas Indonesia Iwa Garniwa, pengamat dari Universitas Gadjah Mada Ari Sujito dan ahli ekonomi Revrisond Baswir, menge­mukakan bahwa Indonesia berpotensi un­­­tuk menghasilkan produk strategis di bidang pertahanan, karena penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk tersebut cukup baik dikuasai, tinggal me­­­nunggu dukungan pemerintah yang be­­­lum optimal hingga kini.

Sejumlah industri yang dipandang stra­tegis antara lain PT Pindad (Persero) dan PT PAL Indonesia (Persero) di Surabaya. PT Pindad adalah perusahaan manufak­tur yang bergerak dalam penyediaan pro­­­duk mesin dan produk militer se­­dang­kan PT PAL kegiatan utamanya adalah mem­produksi kapal perang dan kapal niaga juga memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal.

Tinggal kita lihat pangsa pasarnya kemana dulu, kalau ke Amerika, Jepang atau China sepertinya belum sampai ke sana. Tetapi industri strategis seperti Pin­­dad, PT DI (Dirgantara Indonesia) dan PAL di Surabaya bisa berpotensi sebagai industri strategis dalam rangka penyedia­an alutsista.

Di samping itu Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), juga mam­­pu membuat roket. Tinggal bagai­ma­na kemauan Kementerian Pertahanan untuk menghasilkan produk pertahanan itu. Karena selama ini pendanaan me­­mang menjadi masalah klasik. Namun, kita tidak perlu pesimis, semua negara berkembang rata-rata memiliki persoalan yang sama yaitu keterbatasan anggaran, sehingga apabila pemerintah mau mem­berikan prioritas anggaran di bidang industri militer ini, saya ya­­­kin dalam 3 atau 4 tahun ke de­­­pan Indonesia sudah mampu mandiri di bidang persenjataan.

Untuk itu mari kita berikan apresiasi dan penghargaan kepada tenaga ahli dari dalam negeri yang telah mampu membu­at peralatan militer yang tidak kalah kehebatannya dengan produk dari luar.(Juf/Bsns.I) (RimaNews.com)

Wednesday, May 15, 2013

Kekuatan Tempur TNI-AL bakal Naik Signifikan Tahun depan

Kapal Perang TNI dalam formasi siap tempur dalam latgab beberapa waktu lalu.


Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengemukakan TNI-AL akan memiliki kekuatan tempur yang signifikan pada akhir 2014 seiring kedatangan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang telah dipesan.


Ditemui usai memimpin gelar pasukan sekaligus inspeksi kesiapan unsur tempur laut menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat (26/4), Marsetio mengatakan pengadaan alutsista itu merupakan program TNI-AL untuk menuju pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).

"Alutsista yang sedang dibangun di dalam dan luar negeri, akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," katanya.

Menurut Marsetio, beberapa alutsista yang direncanakan datang pada tahun ini, antara lain 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk pasukan Korps Marinir, dan kapal perang. "Sebelumnya, Korps Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alutsista lain datang lagi," ujarnya.

Marsetio menambahkan Mabes TNI-AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat kapal LST (Landing Ship Tank) dari PAL, dan kapal fregat (Inggris). Selain itu, masih ada kapal cepat rudal, kapal hidrografi, helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci yang usianya sudah tua.

"Kekuatan tempur TNI AL baik untuk kapal, Marinir, maupun pangkalan udara akan dilengkapi secara bertahap sesuai program MEF (Minimum Essential Forces)," tambah Marsetio.

Sementara untuk kegiatan Latgab TNI Tingkat Divisi tahun 2013 yang berlangsung 2-5 Mei di Situbondo, Jatim, TNI-AL mengerahkan sebanyak 42 kapal perang dari berbagai jenis, tank amfibi, helikopter, pesawat Cassa dan Bolcow, serta sejumlah persenjataan tempur (roket dan meriam).

Sedangkan jumlah personel TNI-AL dari berbagai unsur kesatuan yang terlibat latihan lebih kurang 6.500 prajurit dari total 16.745 prajurit TNI yang ikut latgab. (metrotvnews)

Dapat uang melalui internet

Monday, April 15, 2013

Pembangunan Pabrik Kapal Selam 2017



Pembangunan Pabrik Kapal Selam Ditargetkan 2017
Rabu, 10 April 2013 | 20:10


JAKARTA - Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.
Sekitar 2/3 negara kita merupakan wilayah laut, sehingga perlu dijaga kapal selam. Jumlah kapal selam yang ditargetkan lebih dari 10 kapal selam
Sekitar 2/3 negara kita merupakan wilayah laut,
sehingga perlu dijaga kapal selam. Jumlah
kapal selam yang ditargetkan lebih dari 10 kapal selam

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala.

"Keberadaan pabrik modern untuk membuat kapal selam menjadi kendala serius kita saat ini," kata Untung.

Pembangunan pabrik modern ini, tambah dia, bukan persoalan sederhana karena selain membutuhkan banyak sumber daya manusia yang andal. Pemerintah pun harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, ia berharap sumber daya manusia yang sudah dikirim ke Korea benar-benar menyerap ilmu secara komprehensif.

"Ketika secara keilmuan sudah memenuhi syarat, baru kemudian pemerintah mempersiapkan pabriknya," katanya.

Indonesia sudah sepakat melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan, dimana akan dibuat tiga unit kapal selam. Untuk kapal selam pertama, pihak Indonesia hanya memantau pengerjaannya di Korea Selatan.

Selanjutnya, kata dia, pada pembuatan kapal kedua, teknisi di Indonesia dilibatkan dalam membuat kapal selam. Namun, pembuatannya tetap dilakukan di Korea Selatan.

Sementara untuk kapal selam ketiga, Indonesia akan membuat sendiri kapal itu di galangan kapal PT PAL. "Pada tahap inilah Indonesia harus mempersiapkan peralatannya. Termasuk membuat pabrik baru untuk mendukung pembangunannya," jelas Untung.

Ia juga memastikan Pangkalan Kapal Selam yang disiapkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, bisa diresmikan pada akhir tahun 2013.

"Hingga kemarin (minggu lalu) saat Kepala Staf Angkatan Laut (Laksamana Marsetio) berkunjung ke sana, pangkalan sudah rampung lebih dari 90 persen. Diharapkan akhir tahun ini diresmikan," katanya menjelaskan.

Pangkalan seluas 13 hektare inilah yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua kapal selam yang dimiliki Indonesia, termasuk untuk menyimpan kapal selam baru yang saat ini dibuat di Korea Selatan. (Investor Daily/tk/ant)


Kata duta Besar Rusia Alexander A. Ivanov :
"Indonesia telah membeli kapal selam tipe BNV dengan tipe terbaru dengan teknologi termodern dari Rusia. Kapal selam ini antara lain mampu mengejar target dalam posisi di dalam laut ataupun di permukaan laut. Bentuk kerja sama lainnya, ujar Ivanov, adalah pembentukan pusat pelayanan kapal selam tersebut dan akan dikelola oleh Angkatan Laut Indonesia. “Ini langkah lebih maju dari kerja sama untuk transfer teknologi dari Rusia ke Indonesia"



Thursday, April 4, 2013

Seberapa Kuat Kita ?

Uji coba Roket R-Han 122

Seberapa Kuat Kita ?

KRI Banda Aceh 593. Kapal militer LPD buatan PT PAL Surabaya
Kapal ini mampu mengangkut 5 Helikopter di atasnya, dan
4 di dalam perut Kapal.
Pertanyaan sulit, tidak mudah juga menjawabnya. Yang lebih sulit adalah mewujudkan jawaban lisan ke dalam tindakan nyata yang menghasilkan.

Seberapa kuat kita ?
Jika pertanyaan itu dikhususkan pada kekuatan pertahanan dalam menghadapi ancaman dari luar, maka Dephankam-lah yang lebih berkompeten menjawabnya. Namun sebagai orang awam, kita mungkin bisa mereka-reka, secara kasat mata, bahwa kita cukup kuat. Global Fire Power mengurutkan kekuatan militer Indonesia berada pada peringkat ke-15 di dunia, di atas Australia (23), Kanada (19), dan terkuat di ASEAN, bahkan lebih kuat dari Jepang (17). Itu posisi kita sekarang, saat usia Indonesia baru 67 tahun, sementara Australia dan Jepang lebih dari 367 tahun merdeka, dan Amerika 700 tahun lebih awal memulai industrialisasinya. Belanda mulai menjajah Indonesia pada abad 16. Belanda membangun benteng Nassau di Bandaneira pada tahun 1609, jadi, kata Des Alwi, kita dijajah Belanda itu lebih dari 500 tahun, bukan 350 tahun. Bahkan di Bandaneira usaha kolonisasi Eropa dimulai pada tahun1529 saat kontingen Portugis berperang dengan orang-orang Banda dan mereka gagal membangun benteng.  

Kapal Cepat Rudal Beladau 643 bauatan dalam negeri (PT PAL), resmi digunakan.

Indonesia adalah negara besar, dan sudah seharusnya punya kekuatan yang disegani. Kita tidak seharusnya membandingkan kekuatan dengan negara-negara tentangga, terutama Malaysia--kita tidak akan berperang melawan saudara serumpun--, bandingan  kita adalah dengan India, Brazil, Meksiko, Italia, dan bila perlu menjadikan negara-negara maju sebagai standard mengukur diri.
Helikopter serang TNI AD  Bell-412 EP buatan PT DI, divisi rotary wings.,

India, salah satu kekuatan Asia di samping China, telah menjelma menjadi kekuatan baru. Dengan kemampuan ekonomi 10 terbesar dan militernya sekarang yang terbesar ke-4 di dunia, India bahkan berani menggertak Italia sehingga Italia keder lalu menyerahkan dua tentaranya agar dikirim ke India untuk di adili. Jika India maju pesat, maka kita pun mampu melakukannya. India dan Indonesia 50 tahun yang lalu adalah sama-sama negara miskin. Mereka tidak lebih makmur dibandingkan dengan kita. Tetapi sekarang mereka telah bermertamorfosis menjadi negara paling dinamis di Asia, dengan ekonomi terbesar kelima di dunia, dan kekuatan militer yang bahkan membuat negara Barat, Italia, merasa 'takut' bersitegang dengan mereka.
Pesawat CN 295 milik TNI AD buatan PT DI sedang mengudara. Dalam pameran Dirgantara di Langkawi, Malaysia, beberapa negara seperti Thailand, Philipina, Malaysia, Brunei, memesan pesawat ini. Malaysia adalah pengguna terbesar dan pemesan terbanyak bersama Korea Selatan. 
Sekedar catatan, beberapa waktu lalu nelayan India ditembak mati oleh marinir Italia di perairan India karena disangka perompak. Peristiwa itu menyulut ketegangan antara India-Italia, setelah duta besar Italia untuk India meminta ijin agar pemerintah India membiarkan kedua marinir itu pulang ke negaranya untuk mengikuti pemilu. India bersedia melepaskan keduanya dengan satu syarat : keduanya akan kembali ke India untuk diadili pasca pemilu, atau dubes Italia untuk India sebagai jaminannya.  Sang dubes berjanji, namun belakangan dengan berbagai dalih marinir itu menolak kembali ke India. Menteri luar negeri Italia bahkan menolak dengan mengatakan bahwa pemerintah Italia tidak akan menyerahkan kedua tentaranya ke pemerintah India karena menurut mereka kejadiannya di perairan internasional, bukan di wilayah India.

PT DI akan memproduksi helikopter jenis Haevy Cougar EC 725 ini  untuk menggantikan Puma.
Helikopter ini lebih canggih dengan equipment lebih lengkap.
Rakyat India marah. Sebagai balasannya, India memberi dua pilihan pada Italia : serahkan dua orang marinir pembunuh itu ataukah duta besar mereka di New Delhi tidak akan ke mana-mana. Ketegangan meningkat berubah menjadi perang psikologis. Dalam sebuah momen di balapan internasional di New Delhi, Valentino Rossi menyelesaikan balapannya dengan mengibarkan bendera kesatuan marinir Italia untuk 'mengejek' pemerintah India bahwa Italia mampu berbuat apa saja demi membela prajuritnya. Tindakan Rossi menuai kritikan dari masyarakat India dan momen itu memicu nasionalisme yang lebih besar.
PT Dirgantara Indonesia Serahkan Bell ke TNI
Teknisi dan staf PT Dirgantara Indonesia mempersipakan display helikopter Bell saat serah terima dua unit helikopter Bell 412 EP untuk TNI AD dan satu unit untuk TNI AL di hanggar PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/3). TNI sampai saat ini baru memiliki 76 unit helikopter. TEMPO/Prima Mulia

Perdana Menteri Italia akhirnya bersedia menyerahkan kedua tentaranya ke New Delhi, setelah duta besarnya di India 'ditahan' sebagai ganti jaminan. Menlu Italia mengundurkan diri sebagai protes atas kebijakan PM dan mengkritik bahwa apa yang dilakukan pemerintahnya sungguh merupakan tindakan penakut.
n 2130 iptn
Pesawat N 2130 asli hasil rancangan Indonesia.
PT Regio Prop dan PT DI berencana menghidupkan
kembali pesawat komersial jenis ini untuk
memenuhi pasar asia pasifik yang tumbuh cepat.
Peristiwa ini memberi pesan penting pada kita bahwa Italia, salah satu kekuatan Eropa, ternyata keder juga menghadapi India, sebagai salah satu negara berkembang, yang punya rudal Brahmos.

India merdeka hampir bersamaan waktunya dengan Indonesia, keduanya punya sejarah yang sama, pernah mengalami penindasan oleh bangsa Eropa. Jika India dijajah oleh Inggris, Indonesia dijajah oleh Belanda. Orang-orang Eropa semula berniat menyebarkan agama Kristen / Katolik ke Asia, namun nafsu rakus dan sifat tamak telah membuat mereka seperti monster. Pada dasarnya mereka memang penjajah, imperialis, dan pelanggar HAM berat. Tiba-tiba saja sekarang ini mereka merasa sok suci, sok manusiawi, namun sifat angkara murka mereka tetap belum berubah : Irak diserang, Pakistan di bom, rakyat Afganistan di bantai, Mali dibombardir dan lain-lain kejahatan kemanusiaan yang melanggar hukum internasional.
Pesawat N 2130 rancangan dalam negeri.  Pesawat jenis ini seharusnya sudah menmgudara pada tahun 2005 yang lalu, andai saja IMF tidak memaksa Indonesia menghentikan program ini ketika krisis 1998. Boeing dan Airbus boleh jadi meminta IMF mematikan PT DI karena akan mengambil pangsa pasar mereka.
Pesawat N 2130 adalah pesawat sekelas Sukhoi Superjet 100 
Sama seperti India, Indonesia adalah negara besar. Walau sedikit tertinggal dari India, kita sebenarnya mampu seperti mereka. Kita mampu menguasai teknologi yang dikuasai oleh negara-negara maju, membuat peralatan tempur berkualitas : Kapal Cepat Rudal, Pesawat militer, rudal, satelit, Tank, Panser, senapan mesin, dan bahkan teknologi nuklir.

Pesawat Jet N 2130 berkapasitas 80-130 penumpang.
Pesawat seperti ini kira-kira 
R-80 yang akan dikembangkan
lagi menjadi lebih canggih oleh Ilham Habibie, antara lain
digitalisasi perangkat.
Industri pesawat terbang kita bahkan lebih baik dari China. BATAN mampu mengembangkan teknologi nuklir  jika saja pemerintah mau. BATAN sudah sejak dulu mengatakan bahwa penguasaan teknologi nuklir kita sudah sangat maju, lebih siap dari negara-negara lain di Asia Tenggara untuk segera diaplikasikan ke dalam energi pembangkit tenaga listrik, kapal selam, dan lain-lain. Tinggal menunggu kata 'ya', dari pemerintah, maka ilmuwan-ilmuwan kita itu sudah lebih dari mampu untuk mewujudkannya.
Pakar nuklir Indonesia : Yudiutomo dan Kusnanto sukses menghasilkan radioisotop pengayaan tingkat rendah yang hanya satu-satunya di dunia.  Negara-negara lain di dunia hanya bisa melakukan pengayaan Uranium tingkat tinggi. Bersama Batantek, mereka ekspansi bisnis ke Amerika Serikat  yang memiliki pangsa pasar radioisotop potensial. Penemuan mereka mennjadi reaktor berbahan bakar cair untuk radioisotop  pertama di dunia.


Jadi, seberapa kuat kita ?

Jawabannya adalah kita sangat kuat. Kita mampu menjadi sekuat India atau Brazil, mengejar Cina atau Rusia suatu saat nanti, jika kita konsisten mampu membangun perekonomian kita di atas 6 % per tahun atau lebih, sementara negara-negara maju sedang terpuruk.
Kapal Perang KRI Banjarmasin - 592, buatan PT PAL Indonesia
Kapal Perang KRI Banjarmasin 592 buatan PT PAL.
Monopoli AS-Uni Eropa akan berakhir. Itu kata menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam pertemuan BRICS (Brazil, Rusia, Cina, India, South Africa) di Durban, Afrika Selatan, beberapa waktu yang lalu. BRICS (andai Indonesia menerima ajakan untuk bergabung, maka akan menjadi BRIICS) adalah kekuatan baru yang kompetitif, kumpulan negara-negara berkembang dengan Emerging Market paling progresif, yang dalam sejarahnya tidak memiliki dosa masa lalu di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, yakni tidak pernah menjadi penjajah, tidak pernah memaksakan demokrasi ke negara lain dengan menggunakan pesawat tempur dan tentara, dan punya prinsip tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Filosofi BRICS ini sebenarnya sejalan dengan filosofi Indonesia dan ASEAN, tapi entah kenapa pemerintah kita tidak tertarik bergabung dengan mereka ? Pernyataan Lavrov ini menyindir secara terang-terangan perilaku negara-negara Barat yang sejak dari dulu memuakkan !!
Ya, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya NATO adalah agresor yang paling banyak membantai manusia tak berdosa di seluruh muka bumi.
Pembuatan Kapal PKR dari Belanda dan Kapal Selam dari Korea ditargetkan selesai 2016, setelah itu PT PAL akan membuat unit lainnya (photo : Schelde)
Indonesia sedang berbenah. Kita sedang berjuang keras mengatasi korupsi di segala bidang, mencoba bermetamorfosis mencari bentuk sistem demokrasi dan pemerintahan yang paling sesuai dengan keadaan kita sendiri. Kita bukan AS, dan kita tidak akan pernah menjadi AS. Kita bukan Inggris dan tidak akan menjadi seperti Inggris. Tapi kita mungkin bisa belajar dari Jerman yang memiliki sistem pemerintahan demokratis bebas korupsi, di mana partai-partai politik dibiayai oleh negara dengan jatah tertentu yang cukup dan keuangan partai diaudit oleh negara, sehingga parpol tidak mencari dana dengan korupsi atau meminta sumbangan dari pengusaha hitam dengan kompensasi yang merugikan rakyat banyak. Simbiosis antara Pejabat-Pengusaha hitam paling nyata merugikan rakyat adalah antara Kartel Bawang putih dengan Kementan dan Kemendag. Juga antara pejabat Kementerian ESDM dengan perusahaan Migas asing Chevron, Exxon, Freeport, Total, dan lain-lain--dari mulai penyusunan RUU migas/Minerba yang lebih mirip infrastruktur hukum untuk melayani asing ketimbang membela kepentingan nasional.  Jadi korupsi ini memang harus dibantai sampai tuntas agar kelak kita bisa menjadi salah satu negara terkuat baik secara ekonomi, militer, dan mental-spiritual.

Jerman, berbeda dengan AS atau Spanyol. Negara Eropa satu ini bangkit setelah hancur akibat Perang Dunia II, kini menjadi kekuatan tangguh dalam bidang teknologi tinggi maupun ekonomi. Sekarang ini, Jerman-lah satu-satunya negara Eropa yang menalangi Cyprus, Yunani, dan Spanyol yang dilanda krisis hebat. Ekonomi Jerman adalah yang terkuat di Eropa. AS dulu juga belajar dari Jerman membuat roket dan pesawat. Berkat orang-orang Jerman AS bisa ke bulan dan Mars. Jerman juga terkenal karena sastra dan para pemikir / filosof-nya yang mendunia seperti Goethe dan Karl Max. Pemimpin Jerman juga sangat terbuka, anti diskriminasi terhadap minoritas Muslim di sana, tidak seperti Perancis yang sekuler agresif. Jerman juga secara historis dekat dengan Indonesia. BJ Habibie adalah warga kehormatan Jerman. Berkat Jerman kita bisa buat pesawat. Wapres Boediono pernah mengatakan bahwa kita bisa belajar dari pengalaman Jerman dalam sistem ekonomi.

Kapal selam
PT PAL Indonesia optimistis lima tahun ke depan mampu merenovasi dan membangun kapal selam sendiri. Tekad itu dibuktikan dengan diikutkannya karyawan PT PAL Indonesia dalam Transfer of Technology (ToT) di Korea Selatan.
Ekonom Rizal Ramli juga pernah mengatakan bahwa kita juga bisa belajar dari pengalaman Jerman dalam berdemokrasi. Menurut beliau, sebaiknya parpol diberi jatah oleh negara dengan budget yang sama untuk merekrut Caleg berkualitas dan biaya kampanye sebesar masing-masing 5 triliun. Cara ini diterapkan di Jerman. Jumlah ini tak seberapa dibandingkan ratusan triliun yang digunakan partai lewat korupsi. Karena jatah keuangan dari APBN, maka negara berhak mengaudit penuh penggunaannya.

Jika demokrasi dan sistem pemerintahan kita sudah benar, maka kita akan mampu berlari lebih cepat lagi. Sekarang saja, dengan kondisi korupsi masih merajalela, kita mampu menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke-16 (2011) dan ke-14 (2012) di dunia, mengalahkan Belanda, Australia, beberapa negara Eropa, dan menjadi terbesar di ASEAN.
Era baru PT PINDAD di bawah Menteri BUMN Dahlan Iskan : Fokus pada bisnis inti, melepas bisnis yang tidak ada hubungannya dengan industri pertahanan & keamanan. Hasilnya ? Revenue PT PINDAD naik secara signifikan.  Bersama PT DI, PAL, LEN, LAPAN, dan Krakatau steel  bahu membahu memajukan industri strategis nasional.
Semenjak Menteri BUMN dipegang Dahlan Iskan, industri-industri penting di bawah BPIS kita maju pesat. Dari semula PT PAL yang rugi terus sekarang mampu menyelesaikan beberapa proyek pembuatan Kapal Cepat Rudal dan Kapal Kelas Sigma secara mandiri; dari semula PT DI megap-megap kini malah mulai menangani proyek-proyek baru berjangka panjang baik dari pemerintah, negara lain, dan dari Air Bus. LAPAN sudah mampu membuat satelit sendiri belajar dari Jerman. PINDAD sudah mampu membuat panser dan beberapa senjata andalan, dan beberapa tahun lagi akan membuat sendiri Tank kelas medium. PT INKA sudah mulai mau bangkit dari mati suri dengan membuat Kereta modern bandara Soekarno-Hatta dan ekspor ke Malaysia/Singapura. Krakatau Steel memasok semua keperluan baja untuk industri Kapal kita yang mulai fokus pada pembuatan kapal militer. ITS, ITB, UI, UGM, dan beberapa perguruan tinggi lain telah mampu membuat konsep mobil Hybrid dan Green Car yang amat potensial ke depannya. Siswa-siswa SMK kita juga mampu merakit mobil sekelas Daihatsu Xenia bernama mobil ESEMKA. Banyak pula SMK yang mampu merakit laptop sendiri sekelas ACER, Compaq, maupun Toshiba.
Panser Anoa
Panser Anoa menjelang misi PBB
Dari sini terlihat bahwa kita punya potensi yang sangat baik untuk bisa mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara maju. Jika kita konsisten dan bahkan bisa memberantas korupsi di segala bidang, maka kita akan bisa mencapainya dengan lebih cepat. Untuk bisa seperti Brazil atau India, rasanya tidak akan sulit. Jangan lagi kita bandingkan dengan Malaysia atau Thailand, karena mereka bukan level kita. Kita harus melihat ke depan, bisa maju seperti Jerman, namun tetap riligius sesuai dengan nilai-nilai Islam, dan budaya kita sendiri. Kita tetap dengan standard etika dan moral yang tinggi. Kita tidak tertarik menjadi sebebas AS di mana homoseks dilegalkan, seks bebas begitu merajalela, atau Italia di mana mafia obat bius/Narkoba begitu berkuasa, judi merusak tatanan.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memegang senjata buatan PT PINDAD, dalam pameran senjata militer di Jakarta (8/2). Dalam kunjungan ke China, disepakati alih teknologi antar kedua negara
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro memegang senjata buatan PT PINDAD, dalam pameran senjata militer di Jakarta (8/2). Dalam kunjungan ke China, disepakati alih teknologi antar kedua negara (sumber: AFP)
Bolehlah dalam hal moral etika sama seperti Rusia yang melarang homoseks dan pornografi. Kita tidak perlu ikut-ikutan seperti AS yang bebas mutlak, toh AS juga kaya dan maju lantaran dibangun dari menghisap kekayaan alam dari negara-negara lain seperti Venezuela, Argentina, Indonesia, Timur Tengah, dan negara-negara lain di seluruh dunia.
Bosan jadi bulan-bulanan produk asing, Indonesia (Kadin) akan membuat Tablet sendiri ! Tablet canggih ini akan sangat 'Indonesia', karena fitur-fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan khas Indonesia. Produksi massal akan dimulai tahun ini, harganya  untuk masyarakat Rp 600.000.
Tapi Indonesia, Venezuela, Bolivia, Meksiko, Brazil, Argentina, dan negara-negara anti penjajahan lain di dunia mulai sadar dan pintar. Negara-negara berkembang itu kini sadar bahwa selama ini telah dikibuli oleh Barat lewat Freeport, Exxon, Newmont, Chevron, Total, British Protheleum, IMF, Bank Dunia, ADB, dan bahkan  WTO. Makanya sekarang Barat krisis berat karena tidak bisa lagi seenaknya menghisap darah negara-negara lain di dunia yang lebih lemah sebagai sumber kemakmuran. Krisis Eropa dan AS diperkirakan tidak akan cepat pulih. Di Eropa, hanya Turki yang ekonominya tumbuh di atas 3 % per tahun. BRICS akan mengambil alih, dan boleh jadi, BRICS akan berubah menjadi BRIICS. Tambahan I satu lagi adalah kependekan dari Indonesia.
 
Harpoen
Harpoen, aplikasi Indonesia juara dunia. 

Ekspor kereta api oleh PT INKA ke Malaysia.

Menteri BUMN Dahlan Iskan memerintahkan PT INKA agar berkonsentrasi pada bisnis pembuatan kendaraan Transportasi, dan meninggalkan bisnis lain yang tidak ada hubungannya dengan bisnis inti. Fokus adalah kunci keberhasilan. PT Industri Kereta Api (INKA) Persero, saat ini sedang mengikuti proses tender pengembangan KRL Commuter khusus rute Bandara Soekarno Hatta-Sudirman Baru. Untuk rencana pengembangan KRL khusus tersebut, BUMN kereta yang bermarkas di Madiun Jawa Timur ini, menggandeng produsen kereta kelas dunia asal Kanada, Bombardier. 

Saat ini PT INKA juga sedang menyelesaikan proyek pembuatan Monorail untuk DKI Jakarta
dan alat transportasi serupa di Bandung, Surabaya, dan Makassar bersama Hadji Kalla.  Untuk DKI, mereka bekerjasama dengan Edward Soeryadjaja, pendiri Astra, untuk mewujudkan Blue Line dan Green Line. 
Mobil Listrik buatan Mahasiswa ITS.

Bus gandeng Buatan PT INKA. Lumayan bagus, dilengkapi dengan GPS, kamera CCTV dan on-board monitor
Dahlan Iskan sedang mencoba Instrumen di dalam mobil Tucuxi, buatan Asep Darmadi, lulusan ITS.