Showing posts with label sub marine. Show all posts
Showing posts with label sub marine. Show all posts

Tuesday, May 14, 2013

Kisah KRI Pasopati, dari Vladivostok ke Indonesia

Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 di Surabaya.
Jika Anda melewati Jalan Pemuda, di Kota Surabaya, pasti mata Anda akan melihat sebuah kapal selam berdiri kokoh di pinggir jalan tersebut. Jika Anda memang sengaja hendak berlibur di Kota Pahlawan ini dengan keluarga, tidak ada salahnya mampir dan melihat dari dekat apa dan siapa mengenai keberadaan kapal selam tersebut.

Itulah Monumen Kapal Selam alias Monkasel dimana KRI Pasopati 401 dipajang di sana. Kapal selam ini merupakan salah satu kapal selam TNI Angkatan Laut tipe Whiskey Class buatan Uni Soviet tahun 1952. KRI Pasopati masuk jajaran TNI AL pada 29 Januari 1962 dan turut terlibat dalam operasi pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda kala itu.
Pengunjung di Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410, Surabaya, Jatim, Jumat (22/3/2013).
Monkasel yang dibangun dengan ide para sesepuh kapal selam TNI AL ini diresmikan tanggal 27 Juni 1998 untuk memperingati keberanian para pahlawan Indonesia. Untuk membawa kapal selam ke kota Surabaya bukanlah perkara mudah. Pasopati harus dipotong menjadi 16 bagian dan selanjutnya dibawa ke area Monkasel kemudian dirakit kembali menjadi sebuah monumen. Monkasel di sisi Sungai Kalimas ini disebut-sebut merupakan Monkasel terbesar di kawasan Asia.

Pengunjung hanya membeli tiket masuk sebesar Rp 5.000. Sebelum menaiki tangga memasuki lambung KRI Pasopati, petugas jaga akan menyarankan pengunjung menuju sebuah ruangan untuk menyaksikan film dokumenter selama sekitar 30 menit mengenai sejarah TNI Angkatan Laut dan sepak terjang kapal selam ketika pertama kali diterima TNI AL dari Uni Soviet atau Rusia.

Atmadji Sumarkidjo, dalam buku Mission Accomplished (2010), menyebutkan sebanyak 12 kapal selam jenis Whiskey Class atau "W" yang dibeli dari Soviet bukan kapal selam yang baru sama sekali, tetapi reputasinya cukup baik kala itu. Soviet memang mengembangkan sejumlah tipe kapal selam, tetapi hanya tipe "W" yang mereka jual ke negara-negara "sahabat", salah satunya ke Indonesia.
Pengunjung di Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410, Surabaya, Jatim, Jumat (22/3/2013).
Sebelum membawa kapal selam tersebut ke Tanah Air, maka dikirimlah para pelaut muda Indonesia ini secara bergelombang mengikuti on the job training langsung di kota Vladivostok, pangkalan utama kapal selam untuk pasifik yang disebut sebagai Pusat Pendidikan 89, Angkatan Laut Uni Soviet.

Di sanalah para pelaut muda Indonesia digembleng bagaimana mengawaki kapal selam ini. Latihan dengan kapal selam dilakukan di perairan di Vladivostok yang sangat dingin. Pengantar untuk berkomunikasi pun dilakukan dalam bahasa Rusia. Untuk itu sebanyak empat guru wanita didatangkan dari Moskwa untuk memberikan kursus kilat bahasa Rusia bagi para awak kapal Indonesia ini. Dalam waktu 3 bulan umumnya mereka sudah bisa menguasai dasar-dasar bahasa Rusia.
Pengunjung di Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410, Surabaya, Jatim, Jumat (22/3/2013).
Kapal selam KRI Pasopati 401 memiliki panjang 76,6 meter, lebar 6,30 meter dan dilengkapi dengan gas uap torpedo berjumlah 12 buah dan secara teoritis mampu menyelam sedalam 300 meter. Spesifikasi lainnya kecepatan 18,3 knot di atas permukaan, 13,6 knot di bawah permukaan; berat penuh 1.300 ton, baterai 224 unit, bahan bakar diesel; baling-baling 6 lubang dan awak kapal sebanyak 63 orang termasuk komandan.

Jangan khawatir, saat memasuki lambung KRI Pasopati, Anda akan ditemani oleh pemandu wisata yang merupakan siswa atau siswi SMK di Surabaya. Pemandu wisata ini dengan fasih akan menjelaskan seluk beluk kapal selam KRI Pasopati dan apa-apa saja yang ada di dalamnya.

Siap-siap saja saat Anda memasuki kapal selam Pasopati. Jangan membayangkan sebuah kapal penumpang dengan ruangan yang luas. Namanya kapal selam, semuanya serba sempit dan tidak ada ruang yang dibiarkan kosong melompong. Pengunjung yang bertubuh tinggi harus selalu waspada dan berjalan merunduk. Pasalnya banyak peralatan dipasang di dinding kapal.

Belum lagi penghubung antar satu ruangan dengan ruangan lain ada yang harus melalui sebuah pintu yang hanya cukup dilalui satu orang. Itupun syaratnya harus membungkukkan badan. Anda bisa membayangkan saat posisi tempur atau darurat, para awak kapal selam ini dituntut gesit dan cekatan berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain. Untuk berpapasan pun harus mengatur posisi tubuh terlebih dahulu bila tidak ingin bersenggolan.

KRI Pasopati memiliki tujuh ruangan yakni ruang torpedo, ruang komandan, ruang jembatan utama dan pusat komando, ruang awak kapal, dapur dan penyimpanan baterai, ruang mesin diesel dan terminal mesin, kamar mesin listrik dan ruangan torpedo untuk bagian buritan.

Sebagai sebuah monkasel, keberadaan pengunjung di dalam KRI Pasopati ini dibuat nyaman. Pendingin ruangan telah dirancang untuk selalu mengalir ke seluruh badan kapal selam. Pengunjung pun dengan antusias mengikuti penjelasan dari pramuwisata.

Padahal ketika kapal selam ini beroperasi saat itu, KRI Pasopati tidak dilengkapi AC. Pasalnya, kapal selam jenis "W" ini dirancang untuk menyelam di laut yang dingin seperti di Soviet dan bukan di kawasan tropis sehingga tidak memerlukan penyejuk ruangan. Akibatnya ketika Pasopati melaksanakan tugas di perairan Indonesia, bisa Anda bayangkan betapa "luar biasa" kendala yang dihadapi para ABK selama menyelam di bawah laut di perairan tropis. Yang sangat membanggakan adalah para ABK ini tetap semangat tinggi menjalankan tugas di tengah-tengah situasi yang serba "terbatas".

Sumarkidjo menuturkan, bila di Vladivostok yang dingin itu, saat menyelam adalah yang paling menyenangkan, karena temperatur di dalam kapal menjadi hangat. Ketika para awak pertama menjalankan pelatihan di Vladivostok, pada saat menyelam, mereka harus memakai baju tebal (para awak menyebutnya baju hanoman!) karena di dalam kapal sangat dingin.

Tetapi situasinya berbalik 180 derajat ketika beroperasi di perairan Indonesia. Semakin lama di bawah permukaan laut, semakin naik suhu di dalam kapal selam. Kadar CO2 di dalam kapal juga naik secara perlahan. Karena itulah kalau mereka melakukan penyelaman panjang harus dilakukan berbagai upaya untuk menghemat O2. Jadi wajar kalau awaknya hanya bercelana pendek dan kaos saja. Bahkan Menteri Keamanan Nasional/KSAD (waktu itu) Jenderal AH Nasution ketika hadir di kapal yang sedang menyelam juga menggunakan celana pendek.

Satu hal lagi, kapal selam jenis "W" ini sulit dideteksi oleh kapal di permukaan. Hal ini terungkap ketika KRI Pasopati dalam suatu latihan bersama AL Australia menyelam sambil menarik sebuah bendera di permukaan untuk menunjukkan posisi mereka. Namun alat sonar canggih milik kapal perang Australia tetap tidak mampu mendeteksi. Apa rahasianya? Ternyata rahasianya terletak
pada metalurgi kapal selam buatan Soviet tersebut sehingga alat sonar kapal-kapal buatan Barat sukar mendeteksinya.

KRI Pasopati pensiun menyelam tahun 1980 dan merupakan kapal selam TNI AL kelas "W" terakhir beroperasi. Itulah kehebatan kapal selam jenis whiskey class TNI AL dan betapa heroiknya perjuangan para awaknya saat itu. (Kompas)


Dapat uang melalui internet

Monday, May 6, 2013

Indonesia Akan Segera Miliki Pabrik Kapal Selam Modern

Kapal Selam Angkatan Laut Korea Selatan kelas Changbogo. Kapal selam jenis ini yang dibeli oleh Indonesia melalui mekanisme transfer teknologi. PT PAL akan membangun pabrik kapal selam kelas ini pula pada 2017.

Sebuah negara akan menjadi sangat kuat pertahanannya jika memiliki industri pertahanan yang integratif atau terpadu. AS misalnya, militernya sangat kuat karena mereka memiliki semuanya : pabrik pesawat, pabrik kapal, pabrik kapal selam, pabrik senjata, dan teknologi elektronika yang sangat maju.

Di Asia, Korea Selatan dan China tengah membangun industri pertahanan juga secara terpadu. Korea Selatan punya pabrik pesawat tempur, kapal, kapal selam, dan teknologi digital yang sangat maju.

Di Asia Tenggara, hanya Indonesia yang punya hal serupa, yakni industri lengkap untuk ketiga matra pertahanan : laut, udara, dan darat. Indonesia memiliki semuanya, yakni pabrik pesawat (PT DI), pabrik kapal (PT PAL untuk kapal besar dan beberapa pabrik kapal untuk ukuran lebih kecil), PT PINDAD (pabrik kendaraan tempur darat seperti panser dan Tank), LAPAN (untuk pengembangan roket dan senjata rudal balistik), dan teknologi tinggi digital (semi konduktor) (yakni PT LEN dan PT INTI), dan PT INKA untuk pengembangan transport darat seperti kereta api cepat dan mobil.

Semua industri tersebut harus bersinergi. LAPAN konsentrasi dalam pengembangan roket dan satelit, teknologi penginderaan terkait RADAR dan teknoilogi komunikasi. PT DI bisa diarahkan sebagai industri pesawat tempur dan komersil. PT PAL bisa diarahkan untuk kapal-kapal militer untuk berbagai ukuran, sampai pada kapal besar untuk kapal induk.

Satu lagi pabrik akan dibangun untuk melengkapi pabrik PT PAL yang sudah ada sebagai penghasil kapal permukaan laut, yakni pabrik kapal selam. TNI AL sangat optimis mampu merealisasikan pembangunan pabrik kapal selam secara mandiri pada tahun 2017, jadi sebentar lagi.

Indonesia telah belajar dari Korea Selatan dalam membuat kapal selam ini, dan Korea Selatan adalah salah satu sahabat terbaik Indonesia setelah Jerman yang cukup dekat dengan Indonesia yang cukup 'trust" pada kita. Di samping itu, Indonesia juga belajar dari China dalam membuat rudal balistik untuk jarak menengah. Sedangkan Amerika Serikat....   ?  Lupakan Sang Paman Sam itu karena dia tak akan pernah mau melakukan transfer teknologi ke Indonesia. AS hanya mau melakukan transfer ilmu-ilmu sosial seperti Ekonomi, Sosiologi, Hukum, dan lain-lain untuk mencuci otak ekonom-ekonom kita agar pro-liberalisasi, memuluskan niat mereka membangun kelompok elit "Mafia Berkeley". Mereka mau kasih beasiswa bidang hukum untuk memuluskan pembangunan infrastruktur hukum guna memuluskan Freeport, Newmont, dan lain-lain menancapkan kakinya lewat klausul perjanjian yang tidak adil, merugikan Indonesia. Undang-undang penanaman modal yang pro asing.

Ok, kita lupakan negeri Yankee. Kita kembali fokus ke informasi menyenangkan ini : Indonesia akan segera memiliki pabrik kapal Selam.


Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala.

"Keberadaan pabrik modern untuk membuat kapal selam menjadi kendala serius kita saat ini," kata Untung.

Pembangunan pabrik modern ini, tambah dia, bukan persoalan sederhana karena selain membutuhkan banyak sumber daya manusia yang andal. Pemerintah pun harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, ia berharap sumber daya manusia yang sudah dikirim ke Korea benar-benar menyerap ilmu secara komprehensif.

"Ketika secara keilmuan sudah memenuhi syarat, baru kemudian pemerintah mempersiapkan pabriknya," katanya.

Indonesia sudah sepakat melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan, dimana akan dibuat tiga unit kapal selam. Untuk kapal selam pertama, pihak Indonesia hanya memantau pengerjaannya di Korea Selatan.

Selanjutnya, kata dia, pada pembuatan kapal kedua, teknisi di Indonesia dilibatkan dalam membuat kapal selam. Namun, pembuatannya tetap dilakukan di Korea Selatan.

Sementara untuk kapal selam ketiga, Indonesia akan membuat sendiri kapal itu di galangan kapal PT PAL. "Pada tahap inilah Indonesia harus mempersiapkan peralatannya. Termasuk membuat pabrik baru untuk mendukung pembangunannya," jelas Untung.

Ia juga memastikan Pangkalan Kapal Selam yang disiapkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, bisa diresmikan pada akhir tahun 2013.

"Hingga kemarin (minggu lalu) saat Kepala Staf Angkatan Laut (Laksamana Marsetio) berkunjung ke sana, pangkalan sudah rampung lebih dari 90 persen. Diharapkan akhir tahun ini diresmikan," katanya menjelaskan.

Pangkalan seluas 13 hektare inilah yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua kapal selam yang dimiliki Indonesia, termasuk untuk menyimpan kapal selam baru yang saat ini dibuat di Korea Selatan. (Investor Daily)

Dapat uang melalui internet

Monday, April 15, 2013

Pembangunan Pabrik Kapal Selam 2017



Pembangunan Pabrik Kapal Selam Ditargetkan 2017
Rabu, 10 April 2013 | 20:10


JAKARTA - Pembangunan pabrik modern untuk pembuatan kapal selam TNI Angkatan Laut di Indonesia ditargetkan dapat direalisasikan tahun 2016 atau 2017. Sebab, kapal selam pertama yang dibuat oleh Korea Selatan baru selesai tahun 2014.
Sekitar 2/3 negara kita merupakan wilayah laut, sehingga perlu dijaga kapal selam. Jumlah kapal selam yang ditargetkan lebih dari 10 kapal selam
Sekitar 2/3 negara kita merupakan wilayah laut,
sehingga perlu dijaga kapal selam. Jumlah
kapal selam yang ditargetkan lebih dari 10 kapal selam

"Pembangunan pabrik semua tergantung komitmen pemerintah. Pemerintah mutlak menyokong pendanaannya. Tanpa itu saya kira sangat sulit pembangunan kapal selam bisa direalisasikan di Indonesia," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati di sela seminar tentang "Teknologi Perkapalan sebagai Bagian dari Peradaban Maritim Indonesia", di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Ia berharap sudah ada perencanaan dari sekarang agar pada waktunya nanti pengerjaan kapal selam ketiga itu lancar tanpa kendala.

"Keberadaan pabrik modern untuk membuat kapal selam menjadi kendala serius kita saat ini," kata Untung.

Pembangunan pabrik modern ini, tambah dia, bukan persoalan sederhana karena selain membutuhkan banyak sumber daya manusia yang andal. Pemerintah pun harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, ia berharap sumber daya manusia yang sudah dikirim ke Korea benar-benar menyerap ilmu secara komprehensif.

"Ketika secara keilmuan sudah memenuhi syarat, baru kemudian pemerintah mempersiapkan pabriknya," katanya.

Indonesia sudah sepakat melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea Selatan, dimana akan dibuat tiga unit kapal selam. Untuk kapal selam pertama, pihak Indonesia hanya memantau pengerjaannya di Korea Selatan.

Selanjutnya, kata dia, pada pembuatan kapal kedua, teknisi di Indonesia dilibatkan dalam membuat kapal selam. Namun, pembuatannya tetap dilakukan di Korea Selatan.

Sementara untuk kapal selam ketiga, Indonesia akan membuat sendiri kapal itu di galangan kapal PT PAL. "Pada tahap inilah Indonesia harus mempersiapkan peralatannya. Termasuk membuat pabrik baru untuk mendukung pembangunannya," jelas Untung.

Ia juga memastikan Pangkalan Kapal Selam yang disiapkan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, bisa diresmikan pada akhir tahun 2013.

"Hingga kemarin (minggu lalu) saat Kepala Staf Angkatan Laut (Laksamana Marsetio) berkunjung ke sana, pangkalan sudah rampung lebih dari 90 persen. Diharapkan akhir tahun ini diresmikan," katanya menjelaskan.

Pangkalan seluas 13 hektare inilah yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua kapal selam yang dimiliki Indonesia, termasuk untuk menyimpan kapal selam baru yang saat ini dibuat di Korea Selatan. (Investor Daily/tk/ant)


Kata duta Besar Rusia Alexander A. Ivanov :
"Indonesia telah membeli kapal selam tipe BNV dengan tipe terbaru dengan teknologi termodern dari Rusia. Kapal selam ini antara lain mampu mengejar target dalam posisi di dalam laut ataupun di permukaan laut. Bentuk kerja sama lainnya, ujar Ivanov, adalah pembentukan pusat pelayanan kapal selam tersebut dan akan dikelola oleh Angkatan Laut Indonesia. “Ini langkah lebih maju dari kerja sama untuk transfer teknologi dari Rusia ke Indonesia"