Showing posts with label rusia. Show all posts
Showing posts with label rusia. Show all posts

Friday, July 26, 2013

DEFISIT PERDAGANGAN: Rusia Diajak Bangun Industri Militer di Indonesia



Jakarta- Guna mempersempit defisit neraca perdagangan dengan Rusia Indonesia mengajak industri di Negeri beruang Merah melakukan investasi bersama di bidang industri militer.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan industri militer di Rusia dapat melakukan kerja sama investasi (joint investment) dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Pindad, mendirikan pabrik di Tanah Air.

Dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi, impor dari Rusia dapat ditekan sehingga neraca perdagangan kedua negara akan seimbang.

Total perdagangan RI-Rusia pada 2012 US$3,37 miliar, dengan defisit di sisi Indonesia US$1,64 miliar. Pada Januari-Februari 2013, Indonesia mengalami defisit US$451,91 juta dari total perdagangan US$741,51 juta.

Defisit itu terjadi karena Indonesia lebih banyak mengimpor barang modal dari Rusia, seperti perlengkapan militer, mesin, alat berat, dan petrokimia.

 “Jangan sampai kita hanya membeli, tapi bagaimana bisa bekerja sama dengan PT DI dan PT Pindad kita,” katanya saat menerima kunjungan Presiden Tatarstan Rustam Nuegalievich Minnikhanov, Kamis (2/5).

Tatarstan merupakan negara bagian Federasi Rusia dengan industrialisasi dan produksi hasil industri mencakup 45% dari total produk domestik regional bruto (PDRB)  US$45 miliar pada 2011.

Menjadi negara federal terbesar ketiga di Rusia, Tatarstan merupakan sentra industri petrokimia, perakitan mesin, kendaraan berat dan penerbangan. Sejumlah produk terkenal diproduksi di negara bagian itu, seperti pesawat komersil tipe Tu-214 dan truk Kamaz.

Presiden Republik Tatarstan Rustam Nuegalievich Minnikhanov  menyatakan kalangan industri di negaranya berminat menjalin kerja sama dengan dunia usaha di Indonesia.

“Indonesia merupakan negara di dunia dengan kemajuan ekonomi yang sangat cepat,” ujarnya.

Selain mengundang kalangan industri Tatarstan bekerja sama investasi dan riset, Indonesia juga akan memacu ekspor produk halal mengingat 51,7% dari total populasi Tatarstan 3,79 juta merupakan Muslim.

Di samping itu, Indonesia akan mengandalkan ekspor karet, kopi, teh dan tekstil. Pemerintah menargetkan total perdagangan bilateral pada 2015 mampu mencapai US$5 miliar dengan posisi neraca dagang masing-masing seimbang.

Indonesia yang mengandalkan ekspor komoditas tentu tak sebanding dengan impor dari Tatarstan yang berupa barang modal. Namun, menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, upaya apapun harus dilakukan untuk mengejar peningkatan ekspor.

“Kalau menurut saya, sekarang bukan masalah sebanding atau tidak. Setiap dolar kenaikan ekspor, itu harus kita kejar, harus kita usahakan,” ujarnya.

Dia berpendapat Tatarstan memegang kunci penting karena pengaruh politik negara tersebut yang kuat di Moskow. Pendekatan terhadap Tatarstan diharapkan dapat memengaruhi Rusia dalam mengambil kebijakan kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

Rusia merupakan mitra dagang strategis yang mampu menjadi hub bagi produk Indonesia untuk masuk ke Kazakhstan dan Belarusia. Ketiga negara selama ini tergabung dalam kesatuan kepabeanan atau the Customs Union of Belarus, Kazakhstan and Rusia.(Bisnis.com)


Friday, June 7, 2013

Rusia Uji Rudal Balistik Baru



MOSKOW -- Pasukan Peluru Kendali Strategis Rusia telah menguji satu prototipe rudal balistik antarbenua ICBM) baru, kata Kementerian Pertahanan. Uji peluncuran dilakukan pada Kamis (6/6) pukul 21.45 waktu Moskow dari situs pengujian Kapustin Yar di wilayah Astrakhan.

Rudal itu ditembakkan dari sebuah peluncur bergerak, kata kementerian itu dalam satu pernyataan yang dilansir dari RIA Novosti, Jumat (7/6). "Uji peluncuran itu sukses sebagai [simulasi] hulu ledak menghantam sasaran yang ditunjuk dalam jangka waktu yang ditetapkan," kata pernyataan.

"Pengujian peluncuran ini dimaksudkan untuk mengkonfirmasi karakteristik teknis dari rudal tersebut, serta memeriksa keamanan prosedur peluncuran dan peralatan," lanjut pernyataan tersebut. 

Rusia mengumumkan pengembangan satu bahan bakar padat ICBM baru, yang pada akhirnya akan menggantikan yang sudah ada Topol-M dan rudal Yars, pada tahun 2012. Setidaknya tiga uji peluncuran telah dilakukan sebelumnya sejalan dengan program pengujian, dan rudal baru itu bisa dimasukkan ke dalam penugasan pada akhir tahun ini, kata SMF sebelumnya.

Menurut sumber-sumber terbuka, SMF saat ini mengoperasikan sedikitnya 58 rudal berbasis silo SS-18 Satan, 160 Topol bergerak (SS-25 Sickle) sistem rudal, 50 silo-based dan 18 sistem Topol-M bergerak (SS -27 Sickle B), dan 18 sistem RS-24 Yars.

Dua divisi rudal telah sepenuhnya dipersenjatai kembali dengan Topol-M dan sistem Yars, sedangkan persenjataan tiga divisi lainnya akan dimulai akhir tahun ini, menurut SMF. SMF juga akan menyebarkan dalam waktu dekat sistem baru otomatis manajemen pertempuran (ASBU), yang akan memungkinkan cepat menargetkan kembali ICBM. (Republika.co.id).

Wednesday, May 15, 2013

Kekuatan Tempur TNI-AL bakal Naik Signifikan Tahun depan

Kapal Perang TNI dalam formasi siap tempur dalam latgab beberapa waktu lalu.


Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengemukakan TNI-AL akan memiliki kekuatan tempur yang signifikan pada akhir 2014 seiring kedatangan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang telah dipesan.


Ditemui usai memimpin gelar pasukan sekaligus inspeksi kesiapan unsur tempur laut menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jumat (26/4), Marsetio mengatakan pengadaan alutsista itu merupakan program TNI-AL untuk menuju pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF).

"Alutsista yang sedang dibangun di dalam dan luar negeri, akan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," katanya.

Menurut Marsetio, beberapa alutsista yang direncanakan datang pada tahun ini, antara lain 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk pasukan Korps Marinir, dan kapal perang. "Sebelumnya, Korps Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit. Tahun depan, sejumlah pesanan alutsista lain datang lagi," ujarnya.

Marsetio menambahkan Mabes TNI-AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis di dalam dan luar negeri, antara lain tiga kapal selam dari Korea Selatan, empat kapal LST (Landing Ship Tank) dari PAL, dan kapal fregat (Inggris). Selain itu, masih ada kapal cepat rudal, kapal hidrografi, helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci yang usianya sudah tua.

"Kekuatan tempur TNI AL baik untuk kapal, Marinir, maupun pangkalan udara akan dilengkapi secara bertahap sesuai program MEF (Minimum Essential Forces)," tambah Marsetio.

Sementara untuk kegiatan Latgab TNI Tingkat Divisi tahun 2013 yang berlangsung 2-5 Mei di Situbondo, Jatim, TNI-AL mengerahkan sebanyak 42 kapal perang dari berbagai jenis, tank amfibi, helikopter, pesawat Cassa dan Bolcow, serta sejumlah persenjataan tempur (roket dan meriam).

Sedangkan jumlah personel TNI-AL dari berbagai unsur kesatuan yang terlibat latihan lebih kurang 6.500 prajurit dari total 16.745 prajurit TNI yang ikut latgab. (metrotvnews)

Dapat uang melalui internet