Showing posts with label Electric Bus. Show all posts
Showing posts with label Electric Bus. Show all posts

Thursday, June 27, 2013

Melaju dengan Bus Listrik Nasional

Mobil listrik buatan nasional mengadakan fun drive pada peluncuran peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 17 di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2012). Mobil dengan kapasitas 17 orang ini mampu berjalan sejauh 150 kilometer dengan pengisian listrik 500 ampere. | KOMPAS.com/Vitalis Yogi Trisna

Jakarta - Setelah sekian lama menjadi wacana, akhirnya Kementerian Riset dan Teknologi meluncurkan bus listrik nasional buatan Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI 

Monday, May 20, 2013

Bus listrik "Hevina" diuji coba di Yogyakarta



Bus listrik yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi "Hevina" resmi diuji coba di Yogyakarta untuk kepentingan wahana sekaligus membawa wisatawan dari Taman Pintar berkeliling kawasan di sekitarnya.

"Bus listrik ini akan menjadi bagian dari Taman Pintar dalam konteks riset dan penelitian. Pengunjung juga bisa memanfaatkannya untuk berkeliling di sekitar Taman Pintar dan Malioboro," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di sela-sela peluncuran bus listrik "Hevina" di Yogyakarta, Senin.

Rute yang akan dilalui bus listrik tersebut dari Taman Pintar menuju ke kawasan Malioboro dilanjutkan ke Alun Alun Utara, Jalan Ibu Ruswo dan kembali ke Taman Pintar. Pengunjung bisa memanfaatkannya dengan gratis.

Haryadi berharap, animo masyarakat untuk memanfaatkan bus listrik tersebut cukup tinggi. "Segera setelah peluncuran, masyarakat sudah bisa mengakses bus listrik ini," lanjutnya.

Bus listrik yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut memiliki kapasitas 15 penumpang ditambah sopir.

Kecepatan maksimal yang bisa dicapai oleh bus listrik tersebut adalah 100 kilometer per jam dan jarak yang bisa ditempuh maksimal per pengisian baterai adalah 150 kilometer asalkan tidak menyalakan penyejuk udara dan "power steering".

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan, dengan adanya uji coba tersebut akan diketahui kelemahan dan kendala bus listrik sehingga bisa segera diperbaiki.

"Kementerian akan terus mengembangkan kendaraan bertenaga listrik. Kami sudah memiliki `road map` pengembangannya. Di tahun-tahun mendatang, tentunya akan lebih baik lagi," katanya.

Selain Hevina, sudah ada satu bus listrik lagi yang dimiliki kementerian dan dua kendaraan jenis sedan, serta sejumlah mobil yang bentuknya mirip mobil golf.

Menristek mengatakan, pengembangan kendaraan bertenaga listrik tersebut sejalan dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Teknologi Nasional tahun lalu yaitu membuat kendaraan "low cost green car" yang diutamakan untuk angkutan publik. (Antara)

Dapat uang melalui internet

Selama Ujicoba Naik Bus Listrik Gratis

Prototip bus listrik membawa rombongan berkeliling saat digelar Fun Drive Mobil Listrik Nasional
di sela peluncuran Hakteknas Ke-17 di halaman Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (26/6).


Bus listrik produk LIPI-Kemenristek yang diujicobakan di Yogyakarta akan dioperasikan selama tiga bulan. Mini bus ini hanya akan menempuh rute dari Terminal Ngabean Yogyakarta-Tamanpintar-Jalan Mataram-Malioboro-Kraton-Terminal Ngabean kembali.

"Karena ini ujicoba dan masih dalam bentuk riset maka hanya  akan menempuh rute lingkar Kraton Yogya. Nanti siapa saja boleh naik dan gratis," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi, Informasi (Dishub Kominfo) DIY, Tjipto Haribowo, Senin (20/5).

Menurutnya setiap hari bus ini akan menempuh rute tersebut tiga sampai empat kali saja. "Karena masih dalam ujicoba maka bus ini akan dikawal," katanya.  Bus listrik ini kata dia, juga akan  menjadi obyek belajar di Tamanpintar. Pengunjung katanya, bisa melihat, merasakan dan bertanya lebih jauh tentang mobil ini.

Indra Bastian, guru besar UGM yang merupakan konsultan dan  tim observasi bus itu mengatakan, pihaknya akan melakukan observasi terhadap bus yang diujcobakan di Yogya ini selama 30 hari ke depan.

"Sementara mobil ini akan dioperasikan di area wisata dekat Kraton.Nanti akan ada suttle di beberapa titik," ujarnya. Ada sekitar 8 hingga 9 titik henti.  Sepanjang rute Ngabean-Tamanpintar--Malioboro-Kraton dan Ngabean lain.

Setiap belokan jalan di sepanjang rute itu kata dia, akan  ada monitor pengawas. Selain itu ada saru petugas yang berada di bus untuk melakukan pemantauan. "Jarak rute awal hanya 8,2 kilometer dengan kecepatanperjalanan 10,7 kilometer/jam. Waktu tempuh 46 menit. Waktu operasi selama 6 jam dalam sehari," tambahnya.

Selain operasionalnya sendiri, pihaknya juga mengobservasi manajemen busnya, penumpangnya serta batery sebagai penyimpang energi bagi bus tersebut. Hasil observasi pihaknya tersebut akan menjadi bahan masukan terhadap perbaikan bus tersebut ke depan.

Sementara itu Ketua Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Kemenristek,  Abdul Hapid dalam paparannya mengatakan, bus listrik ciptaan LIPI ini berpotensi digunakan untuk  angkutan umum perkotaan. Beberapa keunggulannya, kata dia adalah  efisiensi penggunaan energi dua kali lebih efisien dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional.

"Selain itu kelebihaan lainnya biaya opersional dapat ditekan hingga 50 persen dan biaya perawatan juga turun lebih dari 70 persen serta tanpa emisi gas buang sehingga ramah lingkungan," ujarnya.

Bus listrik karya LIPI ini sudah diuji sejak 2011 di Bandung. (Republika)

Dapat uang melalui internet

Dukung Bus Listrik, PLN Siapkan Dua 'Charging Station'



Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan sudah membangun dua stasiun pengisi tenaga listrik (charging station) di Yogyakarta untuk mendukung uji coba bus listrik 'Hevina'.

"Satu kita bangun di Tamanpintar dan satunya di Terminal Penumpang Yogyakarta Giwangan," ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan PLN, Saftri Falani di Yogyakarta, Senin (20/5).

Bentuk stasiun pengecasan ini kata dia mirip dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada umumnya. Pengisian listrik untuk baterai di mobil maupun bus listrik bisa langsung dilakukan layaknya kendaraan biasa. Alat itu pun kata dia, akan mengisi sendiri dan berhenti jika suplai daya listrik yang diinginkan terpenuhi.

Untuk uji coba stasiun pengecasan itu sendiri, PLN juga sudah mengembangkan protipe mobil listrik perkotaan. Namun, "PLN bukan ingin kembangkan mobil listriknya, kita tidak ingin jualan mobilnya tetapi bisnis kamis di charging station-nya," kata dia.

Menurut Saftri, PLN tahun ini tengah mengembangkan model bisnis charging station tersebut. Diharapkan 2015 sudah banyak Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang didirikan di Indonesia untuk mendukung mobil listrik sebagai mobil nasional. (Republika.co.id)

Dapat uang melalui internet