Showing posts with label Satelit LAPAN A2. Show all posts
Showing posts with label Satelit LAPAN A2. Show all posts

Friday, August 30, 2013

Penguasaan Teknologi Satelit RI : Dari Eksperimental Menuju Operasional


Setelah mulai menguasai teknologi satelit eksperimental, Indonesia segera merintis penguasaan teknologi satelit operasional. Namun untuk menuju penguasaan teknologi itu, masih harus melalui jalan panjang. 

"Memang soal satelit operasional masih kami diskusikan.Bicara ini kan bicara alih teknologi," jelas Direktur Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Suhermanto. Dia mengungkapkannya usai seminar Inovasi Teknologi satelit di PP IPtek TMII, Jakarta, Kamis 29 Agustus 2013. 

Suhermanto menjelaskan saat ini kemampuan pengembangan satelit yang dimiliki Indonesia masih dalam tahap eksperimental, yang rata-rata bobotnya kecil, kisaran 100 Kg. Sedangkan satelit operasional bobotnya mencapai 1 ton dengan struktur kerangka dan panel yang lebih kompleks.

"Memang di Indonesia fasilitas perakitan dan pengujian untuk kategori satelit itu belum ada, misalnya untuk menaikkan temperatur 100 derajat," kata Suhermanto. 

Lebih lanjut, dia menggambarkan Indonesia sudah mulai menguasai tahapan teknologi untuk menuju pengembangan satelit operasional. 

"Satelit eksperimental kita mulai dari LAPAN A1 sampai LAPAN A5 semuanya tahapan penguasaan teknologi. Ada teknologi radar, thermal (panas bumi)," katanya. Posisi tahapan menurutnya bisa persiapan yang bagus untuk satelit operasional.

Selain soal alih dan penguasaan teknologi, setidaknya Indonesia harus membangun infrastuktur, sumber daya manusia, pembiayaan. 

"Harga satelit operasional itu kisaran Rp 2,5 trilun. Itu belum bicara infrastruktur,ground station (stasiun bumi). Jadi itu tidak bisa dilakukan LAPAN secara mandiri," tegasnya.

Alih Teknologi
Untuk itu, saat ini sedang digulirkan opsi membentuk konsorsium nasional satelit operasional Indonesia. Konsep ini melibatkan iuran pendanaan dari berbagai lintas lembaga di Indonesia, baik pemerintah maupun swasta dan industri, yang memiliki kepentingan dengan satelit operasional. Ia optimis mekanisme ini bisa lebih mendorong penguasaan teknologi satelit operasional.

"Tapi ini masih dibahas siapa lembaga yang harus jadi leader-nya. Usulannya sih Kemenristek yang pimpin konsorsium ini," jelasnya. 

Ia mengakui pengembangan satelit operasional itu masih tergantung dengan produk luar negeri. Mengingat Indonesia punya kepentingan untuk alih teknologi, opsi yang ditempuh yakni membeli satelit buatan luar dengan syarat ada alih teknologi.

"Pembelian satelit kami syaratkan, kita harus ditraining teknologinya. Banyak yang tertarik, China, India Inggris, juga konsorsium Eropa. Sampai saat ini kami belum pikirkan tender ke negara manapun," ujarnya. (VivaNews)



Saturday, July 27, 2013

Peluncuran Hakteknas 2013 Angkat Teknologi Militer


Jakarta - 'Soft launching' peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2013 yang dibuka resmi hari ini banyak mengangkat teknologi kedirgantaraan dan hankam. 

"Hakteknas tiap tahunnya selalu berbeda temanya. Kalau tahun lalu mengangkat teknologi mobil listrik, maka tahun ini mengangkat teknologi kedirgantaraan dan hankam," ujar Menristek Gusti Muhammad Hatta di Jakarta, Senin (24/6).

Ia menambahkan bahwa Hakteknas kali ini sudah mencapai gelarannya ke-18, dan pada 'soft-launching' ini digelar Pameran dan Peluncuran Produk Teknologi Hankam dan Kedirgantaraan.

Beberapa produk dari Ristek maupun BUMN yang dipamerkan antara lain adalah: Satelit LAPAN A2, Roket RX-450, mobil Rantis Komodo 4x4, Sniper Rifle, Cloud Seeding Agent Club, Hexarotor dan Flying-Car.

Lalu beberapa teknologi kedirgantaraan di acara pameran jelang peringatan puncak Hakteknas 2013 adalah: Pesawat Udara Nir Awak (Wulung, Alap-alap, Sriti), Roket R HAN 122, dll.

"Beberapa teknologi di pameran ini ada yang masih dalam tahap join research, maupun join production. Namun salah satu tujuan utama kita adalah untuk meningkatkan kandungan lokal dari teknologi-teknologi ini dahulu," imbuh Gusti Muhammad Hatta.

Hakteknas diperingati semenjak penerbangan perdana pesawat N-250 karya IPTN pada 10 Agustus 1995.

Puncak peringatan akan dilaksanakan pada 27 Agustus sampai dengan 1 September 2013, di TMII, dengan berbagai rangkaian kegiatan seminar, Rakornas, Kanaval Iptek, serta Pameran Ritech Expo. [ikh]